Raja Sapta Oktohari: Jakarta International Velodrome Bagaikan Mobil Rolls Royce

Jakarta International Velodrome, sempat diklaim menjadi venue sepeda balap terbaik di dunia lantaran mempunyai kesempurnaan baik dari segi desainnya

Raja Sapta Oktohari: Jakarta International Velodrome Bagaikan Mobil Rolls Royce
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Jakarta International Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNJAKARTA.COM–  Jakarta International Velodrome, sempat diklaim menjadi venue sepeda balap terbaik di dunia lantaran mempunyai kesempurnaan baik dari segi desain maupun teknologinya.

Velodrome yang dibangun dengan menghabiskan dana sekitar Rp 665 miliar itu sebelumnya digunakan untuk ajang Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Setelah pesta olahraga se-Asia itu berakhir, hingga kini Velodrome masih belum digunakan kembali.

Guna memenuhi kebutuhan operasional Velodrome yang mencapai Rp 1,2 Miliar per bulan, Pengelola Velodrome PT Jakarta Propertindo pun mulai bekerjasama dengan PB ISSI.

Menurut Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari, venue Velodrome yang ada di Jakarta ini adalah venue sepeda balap terbaik di dunia. Bahkan ia menganalogikan venue ini sebagai mobil termahal di dunia.

“Saya gunakan analogi velodrome ini seperti mobil termahal di dunia Rolls Royce. Karena mobil mahal itu harus dirawat dengan baik. Kita sudah punya barang terbaik di dunia. jangan sampai penanganannya sembarangan kita harus sama-sama ngerti. Ini bukan hanya aset jakarta tapi aset indonesia bahkan dunia. Jadi kita berkewajiban sama-sama jaga,” kata pria yang akrab disapa Okto tersebut di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Buat Velodrome Lebih Aktif, PT Jakarta Propertindo Kerjasama Dengan PB ISSI

Antusias Tinggi Masyarakat Indonesia Saksikan Perlombaan Para Cycling di Velodrome

Bahkan, untuk pesepeda umum yang akan menggunakan velodrome mereka pun harus mempunyai sertifikat, dan sertifikat itu bisa didapatkan setelah mejalani latihan dari pelatih khusus yang disiapkan di Velodrome.

“Yang pasti kalau dari federasi (PB ISSI), kita punya tenaga ahlinya. Kita tahu cara-cara yang benar seperti apa, kami sediakan pelatih-pelatihnya karena sesuai diskusi yang boleh latihan di sini adalah orang-orang yang sudah punya sertifikasi, dan sertifikasi itu bukan hal yang sulit yang penting datang ke sini, dilatih beberapa kali, langsung dapat sertifikasi dan dapat menggunakan velodrome terbaik di dunia ini,” pungkas Okto.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved