Bengkel Semakin Tidak Dikunjungi Karena Faktor Sistem Ganjil-Genap dan Ojol

Aturan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta, dan munculnya ojek online ternyata membuat konsumen jarang datang ke bengkel

Bengkel Semakin Tidak Dikunjungi Karena Faktor Sistem Ganjil-Genap dan Ojol
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Mobil Suzuki Ertiga terbaru yang diluncurkan pada acara IIMS di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Aturan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap di DKI Jakarta, dan munculnya ojek online (ojol) ternyata membuat konsumen jarang datang ke bengkel resmi.

Kondisi itu yang dialami oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai agen pemegang merek (APM) Suzuki di Indonesia.

Menurut Riecky Patrayudha, Head of Service 4W, 2W & Marine PT SIS, secara nasional konsumen yang melakukan servis di wilayah Jakarta itu berkontribusi sekitar 30 persen, sedangkan efek ganjil-genap dan ojek online sekitar 15 persen.

"Jadi itu mempengaruhi sekali. Karena pemilik jadi jarang menggunakan mobilnya, otomatis waktu servis berkala juga menjadi berkurang," kata Riecky di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (19/12/2018).

Berdasarkan data yang dirilis Suzuki, unit yang datang ke bengkel resmi periode Januari hingga November 2018 mencapai 906.252 unit. Menurut Riecky, jumlah tersebut meningkat satu digit.

"Pokoknya kalau secara jumlah naik satu digit dari tahun lalu. Kami juga tetap mengarahkan konsumen untuk terus datang ke bengkel resmi," ujar Riecky.

Riecky menambahkan, Suzuki sendiri selalu menyarankan pembeli untuk datang ke bengkel resmi melakukan servis berkala setiap 10.000 km atau enam bulan sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aturan Ganjil-genap dan Ojek Online Bikin Orang Malas ke Bengkel Resmi

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved