Bertemu Asosiasi Transporter, Bupati Zaki Kukuh Terapkan Perbup Pembatasan Jam Operasional Truk

Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, tetap pada pendiriannya untuk menerapkan Perbup 47 tahun 2018 yang membatasi jam operasional truk

Bertemu Asosiasi Transporter, Bupati Zaki Kukuh Terapkan Perbup Pembatasan Jam Operasional Truk
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, di Pendopo Pemkab Tangerang, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, tetap pada pendiriannya untuk menerapkan Perbup 47 tahun 2018 tentang pembatasan jam operasional truk bermuatan tertentu di wilayahnya.

Ahmad Zaki Iskandar mengatakan penerbitan Perbup tersebut berdasarkan keluhan masyarakat mengenai truk-truk besar yang mengganggu mobilitas warga di jalan.

Hal itu disampaikan Ahmad Zaki Iskandar kepada awak media selepas mediasi dengan sejumlah asosiasi transporter yang bekerja menggunakan truk bermuatan besar dan melintasi wilayah Kabupaten Tangerang.

"Kita menjelaskan bahwa Perbup 46 dan revisi 47 itu dikeluarkan atas dasar pertimbangan untuk melindungi pengguna jalan umum bagi masyarakat yamg lebih banyak. Dalam rangka melindungi tersebut kita juga menerbitkan jam operasional truk, agar masyarakat umum, itu bisa lebih nyaman dan aman," ujar Ahmad Zaki Iskandar di Pendopo Pemkab Tangerang, Rabu (19/12/2018).

Ahmad Zaki Iskandar juga akan kembali mediasi dengan tambahan pihak masyarakat, agar diskusi terkait jam operasional truk tidak hanya mengakomodir satu pihak saja.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa kumpul bersama dengan elemen masyarakat yang lain agar bisa saling memahami satu sama lain. Dan tetap Perbup 46, 47 kita tegakkan tidak ada toleransi," tegasnya.

Terkait aduan para perwakilan asosiasi yang mengatakan peraturan itu menghambat proyek nasional, Zaki menganggapnya sebagai hal normatif.

Ia juga menjelaskan kalau sebelum penerapan Perbup, sosialisasi sudah dilakukan 30 hari sebelumnya.

BNPB Ungkap Penyebab Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Ada Kesalahan Konstruksi Basement Rumah Sakit

Asosiasi Transporter Minta Perbup Pembatasan Jam Operasional Truk Dikaji Ulang

"Kenapa mereka barud atang baru saat ini, kalau mereka anggap peraturan ini tidak konsisten, saya justru bertekad akan menegakkan ini secara konsisten," jelasnya.

"Enggak ada kelonggaran. Nanti akan kita isi dialog agar mereka paham apa yang terjadi di pandangan dan perasaan masyarakat umum lain, pengguna jalan raya," tutup politikus partai Golkar itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved