Jadi Penjual Parcel Musiman Buat Natal, Haji Cholil Tutup Rumah Makan Betawinya Selama Sebulan

Cholil melihat peluang bisnis menjual parcel cukup menguntungkan ketimbang hanya mengandalkan usaha rumah makannya.

Jadi Penjual Parcel Musiman Buat Natal, Haji Cholil Tutup Rumah Makan Betawinya Selama Sebulan
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Cholil Madin bersama dagangan Parcelnya di Hj Samali no 12 Kalibata pada Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN - Cholil Madin, telah lama menjalani dua usaha beriringan menjadi pengusaha rumah makan khas Betawi dan penjual parcel musiman.

Cholil melihat peluang bisnis menjual parcel cukup menguntungkan ketimbang hanya mengandalkan usaha rumah makannya.

"Jadi saya buka usaha musiman sebagai penjual parcel hanya saat hari besar saja saat Lebaran dan Natal. Setelah itu sebulan berselang buka tempat makan lagi. Dulu bisnis ini menguntungkan menjual parcel sekarang sudah tidak," paparnya kepada TribunJakarta.com pada Rabu (19/12/2018).

Pria asli Betawi itu mengatakan usaha tempat makan itu merupakan warisan yang diberikan kepadanya untuk diteruskan.

"Rumah ini aslinya rumah makan, kalau enggak jualan parcel. Banyak sekali pejabat yang sudah pernah mencicipi resep makanan saya," tuturnya.

Bahkan deretan tokoh pejabat ternama pernah singgah di rumah makannya demi merasakan cita rasa makanan asli Betawi.

"Mantan Istrinya pak Ahok dulu, Veronica Tan sering ke sini. Mau makan ke Jalan Samali ini. Sukanya makan ikan gabus goreng, banyak foto-foto saya dengannya. Sebenarnya andalan dari rumah makan saya itu sop iga," bebernya.

Kini menjelang Natal, suasana rumah makannya berganti wajah dengan deretan parcel-parcel yang berisi makanan ringan hingga barang pecah belah.

Nikmati Diskon Pernak-pernik Natal di Gramedia Pondok Indah Mall

Cerita Penjual Parcel di Kalibata Pernah Kecurian Rp 500 Ribu Dibawa Kabur WNA

Tampak parcel-parcel memenuhi sekitar ruangan rumah makan yang bertempat di jalan Hj Samali no 12 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan itu.

"Kisaran yang saya jual itu dari Rp 300 ribu sampai Rp 4 juta rupiah. Modal saya lebih dari Rp 100 juta," terangnya.

Namun, lanjut Cholil, pembeli yang memesan parcelnya sudah kian sedikit ketimbang tahun-tahun lalu.

"Tapi lebaran masih ada sekira 100 pesanan," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved