Tsunami di Banten

Update BNPB: 430 Orang Meninggal Dunia Akibat Tsunami Selat Sunda

Sutopo menjelaskan, bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 290 orang meninggal dunia

Penulis: Nawir Arsyad Akbar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyamapaikan informasi terkini terkait tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pada hari ini, Rabu (26/12/2018) hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 430 orang meninggal dunia.

Hal tersebut ia sampaikan saat menyampaikan data terkini penanganan tsunami Selat Sunda, di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur.

"Jumlah korban meninggal hingga Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB, sebanyak 430 orang, 1.495 orang mengalami luka-luka, dan 159 orang hilang," ujar Sutopo, Selasa (25/12/2018).

Dampak bencana tsunami ini melanda daerah pesisir di pantai barat Provinsi Banten yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang, dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 29 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak.

Lampung Selatan daerah terdampak meliputi Kecamatan Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo dan Ketibung. Tercatat 113 orang meninggal dunia, 289 orang luka-luka, dan 4.200 orang mengungsi.

Sedangkan di Pesawaran terdapat 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 231 orang mengungsi dan 134 unit rumah rusak.

Sedang Jadi Saksi Nikah, Andi Kaget Rumahnya Didatangi Petugas Samsat

Dikabarkan Cinta Lokasi, Irish Bella Terciduk Jalan Bareng Ammar Zoni

Sutopo menjelaskan, bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi wilayah yang paling banyak ditemukan korban jiwa, yaitu sebanyak 290 orang meninggal dunia dan 1.143 orang mengalami luka-luka.

"Jumlah pengungsi bertambah, karena titik-titik evakuasi dan pengungsian yang baru dilaporkan. Jumlah pengungsi saat ini adalah 21.991 orang," ujar Sutopo.

"Dan data yang kami sampaikan data sementara, karena tim SAR (gabungan) sedang fokus di selatan Pandegkang, yaitu Kecamatan Sumur," lanjut Sutopo.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved