Lion Air JT610 Jatuh

Proses Pencarian Korban dan CVR Lion Air PK-LQP Gunakan Alat ROV   

"Proses evakuasi atau pengangkatan tersebut akan dilakukan sesuai prosedur," ujar Danang.

Proses Pencarian Korban dan CVR Lion Air PK-LQP Gunakan Alat ROV   
ISTIMEWA/Lion Air Group
Proses pencarian jenazah korban dan CVR pesawar Lion Air PK-LQP dengan menggunakan alat bernama ROV (Remotely Operated Vehicle). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Proses pencarian korban dan kotak hitam cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP, masih terus dilakukan dan kini menggunakan alat bernama ROV (Remotely Operated Vehicle).

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, dalam proses pencarian pihaknya melakukan penyisiran di lokasi terakhir jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.

"Pada Minggu (23/12/2018), ROV dan survey sudah melakukan penyisiran 50 meter x 100 meter di dasar laut. Terdapat delapan poin atau titik yang tertangkap kamera ROV, setelah dilakukan penajaman pada objek, terdiri dari bagian pesawat dan satu jangkar," ujar Danang lewat keterangan resminya, Kamis (27/12/2018).

Selain itu pada Senin (24/12/2018), ROV dan tim survey bergerak melakukan penyisiran area pertama 50 meter x 50 meter, area kedua 80 meter x 40 meter, dan area ketiga 20 meter x 60 meter di dasar laut. 

Dari hasil penelusuran tersebut, terdapat beberapa titik lokasi yang tertangkap kamera ROV, terdiri dari beberapa bagian pesawat dan 
satu barang.

"Proses evakuasi atau pengangkatan tersebut akan dilakukan sesuai prosedur," ujar Danang.

Perlu diketahui, pihak Lion Air Group menganggarkan dana sendiri sebesar Rp 38 miliar, untuk pencarian korban kecelakan pesawat Lion Air PK-LQP dan kotak hitam cockpit voice recorder (CVR).

Untuk lebih komprehensif, Lion Air juga mendatangkan kapal canggih untuk membantu proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan pesawat PK-LQP.

"Dalam hal ini apabila ditemukan maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (BASARNAS) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur," ujar Danang.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved