Warga Tebet Jadi yang Paling Banyak Datangi Pengadilan Agama Jaksel untuk Sidang Itsbat

Sebanyak 97 pasangan suami istri (Pasutri) yang telah menikah siri melaksanakan sidang itsbat di Pengadilan Negeri Agama, Pasar Minggu, Jakarta Selata

Warga Tebet Jadi yang Paling Banyak Datangi Pengadilan Agama Jaksel untuk Sidang Itsbat
TRIBUNJAKARTA.COM/ SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana warga tengah menjalani sidang isbat di Pengadilan Agama, Jakarta Selatan pada Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sebanyak 97 pasangan suami istri (Pasutri) yang telah menikah siri melaksanakan sidang isbat di Pengadilan Negeri Agama, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Para Pasutri yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta Selatan itu menjalani sidang demi mendapatkan buku nikah yang sah di mata hukum.

Tampak mereka tengah menunggu giliran di sejumlah ruang sidang yang disediakan untuk menjalani proses persidangan isbat.

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Jakarta Selatan, Sunardi, Pasutri terbanyak yang mengikuti sidang isbat itu berasal dari Kecamatan Tebet dengan 19 pasutri.

Saat menjalani sidang isbat, pasutri diwajibkan turut didampingi sejumlah orang di antaranya dua saksi dan satu wali.

Hal itu diungkapkannya usai membuka acara isbat Nikah Terpadu di Pengadilan Agama.

Aa Gym Direncanakan Akan Mengisi Acara Nikah Massal dan Isbat Nikah Saat Malam Pergantian Tahun

Mengaku ke Hotman Paris Nikah Siri dengan Polisi, Shinta Bachir: Lagi Pengen Berdua, Malah Ditinggal

"Total yang masuk ke ruang sidang ada lima orang. Sepasang suami istri, dua saksi dan satu wali. Nanti akan didalami oleh hakimnya," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (28/12/2018).

Para Pasutri asal Tebet yang sebelumnya menikah siri itu mendaftarkan diri mereka untuk menjalani proses sidang lantaran berbiaya gratis dan tidak berbelit.

Sunardi kemudian menambahkan sebagian besar para pasutri di Jakarta Selatan menjalani sidang isbat utamanya tersangkut biaya ekonomi.

"Selain ekonomi, juga di bayangan mereka nikah itu ribet. Jadi mereka memilih nikah siri daripada kumpul kebo," terang Sunardi.

Pasutri yang ingin melaksanakan sidang isbat, lanjut Sunardi, tidak dibatasi jumlah kuota.

Persidangan isbat massal ini juga didasarkan atas Instruksi Gubernur Nomor 125 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Acara Malam Pergantian Tahun Baru 2019.

Satu di antara kegiatannya adalah melaksanakan sidang isbat yang difasilitasi oleh Pengadilan Agama dan Nikah Massal yang difasilitasi oleh Kementrian Agama.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved