Marak Kejahatan Jalanan, Tingkat Peredaran Narkoba di Depok Meningkat
Angka kriminalitas di Kota Depok selama 2018 menurun 26.3 persen dibanding 2017. Ini rinciannya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Angka kriminalitas di Kota Depok selama 2018 menurun 26.3 persen dibanding 2017.
Tahun lalu Polresta Depok menerima 2.777 laporan, sementara tahun tercatat 2.054 laporan.
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan pencurian dengan pemeberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian biasa mendominasi kejahatan di Depok.
"Dibandingkan tahun lalu jumlahnya menurun 26.3 persen. Untuk yang rawan itu kejahatan jalanan, curas, curat. Mudah-mudahan di tahun depan jumlahnya kembali menurun," kata Didik di Mapolresta Depok pada Sabtu (29/12/2018).
Pada 2018, Didik menuturkan peningkatan justru terjadi pada perkara penyalahgunaan narkotika yang meningkat 1.47 persen dibandingkan tahun lalu.
Didik mencontohkan, pada 2017 Satresnarkoba Polresta Depok mengamankan 8.841.27 kilogram ganja, sementara di tahun 2018 sebanyak 97. 353.33 kilogram.
Untuk sabu, di tahun 2017 Satresnarkoba Polresta Depok mengamankan sabu sebanyak 663.66 gram, dan sedangkan di tahun 2018 sebanyak 583.3 gram.
"Penyalahgunaan narkoba meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Tahun 2017 ada 339 kasus, kemudian tahun 2018 ada 344. Kenaikannya 1.47 persen," ujarnya.
Tahun depan, setelah Pemkot Depok beres membuat ruang data atau Depok City Operation Room yang nantinya jadi tempat memantau hasil CCTV yang sudah disebar.
Didik berharap angka kriminalitas di Kota Depok menurun dibarengi dengan peningkatan kerja sama antara Polresta, Kodim 0508, dan Pemkot Depok.
"Pemkot Depok menyiapkan beberapa tempat tertentu akan diberikan CCTV. Ini mencegah suatu kejahatan karena mereka akan terdeteksi dan mempermudah bila terjadi tindak pidana sebagai pelengkap alat bukti," tuturnya.