Tak Miliki IMB, Kontrakan Diduga Milik Bupati Buru Selatan Disegel Satpol PP Tangsel

Oki Rudianto mengatakan, penyegelan dilakukan karena belum terbitnya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kontrakan tersebut.

Tak Miliki IMB, Kontrakan Diduga Milik Bupati Buru Selatan Disegel Satpol PP Tangsel
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penyegelan diduga kontrakan milik Bupati Pulau Buru Selatan, Maluku, Tagop Sudarsono di Kampung Maruga RT 03/04, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan oleh Satpol PP, Jumat (4/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Satpol PP Tangerang Selatan melakukan penyegelan kontrakan yang diduga milik Bupati Pulau Buru Selatan, Maluku, yakni Tagop Sudarsono, Jumat (4/1/2019) sore.

Kontrakan yang sedang dibangun itu beralamat di Kampung Maruga RT 03/04, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

Kabid Penindakan Perundang-Undangan Satpol PP Tangerang Selatan, Oki Rudianto mengatakan, penyegelan dilakukan karena belum terbitnya surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kontrakan tersebut.

"Diduga tidak memiliki IMB, kita sudah mengecek ke PTSP dan bangunan ini belum memiliki IMBnya," jelas Oki di lokasi, Jumat (4/1/2019).

Oki juga mengklarifikasi bahwa pemilik kontrakan ini adalah seorang Bupati dari Provinsi Maluku.

"Menurut keterangan yang di lapangan, katanya ini milik bupati di Maluku, namanya Tagop Sudarsono," terang dia.

Dikesempatan yang sama, mandor sekaligus penanggung jawab pembangunan kontrakan, Suratman sempat menunjukkan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) kepada petugas.

Surat itu ditunjukan sesaat sebelum Satpol PP menempelkan poster besar bertulisakan 'disegel' pada bangunam tersebut.

"Barusan yang bertanggung jawab di sini menujukkan IPPT bukan IMB," sambung Oki.

Dari keterangan Suratman, rencananya bangunan milik Bupati Buru Selatan itu akan dibangun kontrakan 36 pintu seluas 1.001 meter.

"Sudah mulai dikerjakan dari habis Lebaran 2018, terus berhenti pas November, dimulai lagi sebelum tahun baru," papar Suratman.

Bangunan itu masih setengah jadi, kontrakan yang akan dibangun dua lantai itu hanya baru menyelesaikan lantai dasarnya.

Sejumlah buruh dan pekerja juga masih bekerja di lokasi sebelum Satpol PP menyegel kontrakan tersebut.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved