Lion Air JT610 Jatuh

Daya Baterai Sisa 15 Hari, Pencarian CVR Lion Air PK-LQP Dilanjutkan

Daya tahan baterai black box rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP disebut sisa 15 hari lagi.

Daya Baterai Sisa 15 Hari, Pencarian CVR Lion Air PK-LQP Dilanjutkan
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro dan Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Daya tahan baterai black box rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP disebut sisa 15 hari lagi.

Untuk mengejar waktu supaya CVR ditemukan sebelum daya tahan baterai habis, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pun melanjutkan pencarian mulai hari ini.

KNKT menggandeng Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).

Kerjasama berupa pengerahan KRI Spica-934 milik Pushidrosal yang memiliki serangkaian peralatan mutakhir untuk menyisir lautan mencari CVR.

Kepala Pushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro mengatakan daya tahan baterai untuk memancarkan sinyal dari black box CVR sudah tersisa 15 hari lagi dari waktu lebih kurang 90 hari usai kecelakaan pesawat.

Menurut Harjo, masih ada kemungkinan pencarian terhadap CVR tersebut dalam waktu 15 hari ke depan selama sinyal 'ping' dari black box masih terpancar.

"Karena ping-nya lifetimenya 90 hari, ini masih ada kemungkinan untuk dicari, sekitar sisa 15 hari lagi," kata Harjo di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (8/1/2019).

Harjo menuturkan, pencarian awal dengan KRI Spica akan dilakukan selama sepekan ke depan.

Apabila CVR masih belum ditemukan dalam waktu sepekan itu, Pushidrosal akan berkoordinasi dengan KNKT terkait penambahan masa pencarian.

"Survey pertama 7 hari, kalau nggak ketemu kita menunggu dari KNKT apakah mau nunggu sampe titik darah penghabisan, kita akan lihat. Mudah-mudahan nggak sampe lah," kata Harjo.

Personel yang dikerahkan di dalam KRI Spica meliputi 55 orang awak kapal dari TNI, 9 orang dari KNKT ada 9, serta 18 orang penyelam.

Sebelumnya, usai operasi SAR dihentikan pada Oktober 2018 lalu, KNKT sempat melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang menggunakan kapal MPV Everest mulai 19 Desember 2019 dan berhenti pada akhir Desember.

KNKT Pinjam Kapal Pushidrosal TNI AL Cari CVR Lion Air PK-LQP

Mulai 8 Januari 2019, Terbang dengan Lion Air Bagasi Gratis Maksimal 7 Kg

Pesawat Lion Air PK-LQP tipe B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Sabtu (29/10/2018).

Adapun black box rekaman data penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air PK-LQP sudah ditemukan pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved