Lion Air JT610 Jatuh

VIDEO KNKT dan TNI AL Kerahkan KRI Spica Cari Blackbox Lion Air PK-LQP

Kerjasama berupa pengerahan KRI Spica-943 milik Pushidrosal yang memiliki serangkaian peralatan mutakhir untuk menyisir lautan mencari CVR.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kembali memulai pencarian terhadap blackbox rekaman suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) pesawat udara Lion Air PK-LQP, Selasa (8/1/2019).

KNKT menggandeng serta Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) untuk menemukan CVR pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang itu.

Kerjasama berupa pengerahan KRI Spica-943 milik Pushidrosal yang memiliki serangkaian peralatan mutakhir untuk menyisir lautan mencari CVR.

"Karena peralatan yang spesifik hanya dimiliki oleh KRI Spica maka kami minta bantuan dari TNI AL untuk mendukung pencarian itu," kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Soerjanto mengatakan, meski pencarian utama bakal menyasar CVR Lion Air PK-LQP, pihak KNKT dan TNI AL yang terjun ke lokasi tak membatasi apabila ditemukan human remains atau bagian tubuh korban yang masih tersisa.

"Nanti kalo memang pas di buka-buka ada human remains mungkin sekaligus kita angkat," ucapnya.

KRI Spica-943 diberangkatkan siang ini dari Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adapun personel yang dikerahkan meliputi 55 orang awak kapal dari TNI, 9 orang dari KNKT ada 9, serta 18 orang penyelam.

Magnetometer di KRI Spica Diharapkan Temukan Black Box Lion Air PK-LQP yang Diduga Tertimbun Lumpur

Sebelumnya, usai operasi SAR dihentikan pada Oktober 2018 lalu, KNKT sempat melakukan pencarian di perairan Tanjung Karawang menggunakan kapal MPV Everest mulai 19 Desember 2019.

Namun, karena tak membuahkan hasil, pencarian dengan kapal yang didatangkan dari Singapura itu dihentikan.

KNKT pun melanjutkan pencarian CVR mulai hari ini.

Pesawat Lion Air PK-LQP tipe B737-8 Max dengan nomor penerbangan JT 610 hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi sekitar pukul 6.33 WIB.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang ini dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E.

Adapun black box rekaman data penerbangan atau flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air PK-LQP sudah ditemukan pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved