Pemilu 2019

LSI Denny JA: Perindo Jadi Partai Baru yang Menonjol pada Pileg 2019

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menjelaskan, menonjolnya Partai Perindo dibandingkan empat partai lainnya tak lepas dari peran Ketua Umumnya.

LSI Denny JA: Perindo Jadi Partai Baru yang Menonjol pada Pileg 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo ditemui awak media di depan Gedung KPU, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Naeir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut bahwa, Partai Perindo menjadi partai yang paling menonjol diantara partai baru peserta Pemilihan Legislatif 2019.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menjelaskan, menonjolnya Partai Perindo dibandingkan empat partai lainnya tak lepas dari peran Ketua Umumnya, yaitu Hary Tanoesoedibjo.

"Perindo menjadi pemimpin di antara partai baru lainnya. PSI, Berkarya dan Garuda masih di angka nol koma, belum pernah melewati angka 1 persen," ujar Ardian Sopa di Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan hasil surveinya di Graha Dua Rajawali, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan hasil surveinya di Graha Dua Rajawali, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019). (TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar)

Selain itu, kekuatan media yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo membuat kampanye Partai Perindo dapat dengan cepat menjangkau masyarakat, ketimbang 3 partai baru lainnya.

Ditambah kekuatan logistik yang memadai dari seorang Hary Tanoesoedibjo, yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2018.

"Sumber daya Perindo salah satunya figur ketua umumnya. Kemudian jaringan media yang dimilikinya, dan sumber daya ekonominya di mana Hary Tanoe peringkat ke-19 orang terkaya di Indonesia 2018 menurut Forbes," ujar Ardian Sopa.

Berikut hasil survei LSI Denny JA terhadap Partai Perindo, sejak Agustus hingga Desember 2018 :

Perindo
- Agustus: 1,7 persen
- September: 1,4 persen
- Oktober: 3 persen
- November: 2,2 persen
- Desember: 1,9 persen

Adapun dalam proses surveinya, LSI Denny JA menggunakan metode multistage random sampling, dengan total 1.200 responden, yang dilakukan sejak Agustus hingga Desember 2018.

LSI Denny JA memakai teknik wawancara tatap muka responden dan menggunakan kuisoner, dilengkapi FGD, analisis media, dan indepth interview. Dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved