5 Fakta Siswi SMK Benamkan Bayinya ke Jamban Puskesmas: Mengeluh Nyeri Perut, Orangtua Tak Curiga

Siswi SMK berusia 16 tahun diduga membuang atau membunuh bayinya ke jamban Puskesmas Kauman, Kabupaten Tulungagung, Kamis (10/1/2019).

5 Fakta Siswi SMK Benamkan Bayinya ke Jamban Puskesmas: Mengeluh Nyeri Perut, Orangtua Tak Curiga
suryamalang.com/David Yohanes
Toilet Puskesmas Kauman Tulungagung masih dipasang garis polisi. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Siswi SMK berusia 16 tahun diduga membuang atau membunuh bayinya ke jamban Puskesmas Kauman, Kabupaten Tulungagung, Kamis (10/1/2019).

Polres Tulungagung terus menyelidiki kasus tersebut.

Saat ditemukan, bayi perempuan itu dalam keadaan meninggal dunia.

TribunJakarta.com mengutip Surya Malang mengenai sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut.

1. Kronologi

Ilustrasi Bayi
Ilustrasi Bayi (thehits.co.nz)

Kepala Puskesmas Kauman, Dokter Aris Setiawan mengatakan Kiki (nama samaran) mendatangi puskesmas bersama orang tuanya pada pukul 18.45 WIB.

Siswi SMAN di Tulungagung kelas X ini mengeluh nyeri perut tembus ke punggung.

Perawat ketika itu curiga, karena kondisi perut Kiki buncit seperti orang hamil.

“Saat kami tanya apakah hamil, orang tuanya marah. Katanya, masih sekolah kok hamil,” terang Aris kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (11/1/2019) dini hari.

Kemudian dokter memberi obat Ranitidine kepada Kiki, lalu diopservasi selama 2 jam.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved