Ini Tuntutan Ribuan Pekerja Hero: Menolak PHK Sepihak Hingga Dugaan Union Busting

Ribuan pekerja dari Jabodetabek dan perwakilan dari berbagai kota itu berkumpul tepat di Jalan Raya Boulevard, Pondok Aren dan menutup badan jalan

Ini Tuntutan Ribuan Pekerja Hero: Menolak PHK Sepihak Hingga Dugaan Union Busting
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Pekerja Hero Supermarket yang tergabung dalam Serikat Pekerja Hero Supermarket Tbk (SPHS), bersama Asosiasi Pekerja (Aspek) Indonesia di jalan Bintaro Boulevard, Bintaro, Tangerang Selatan. Mereka menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Solidaritas Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) bersama Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, benar-benar terlihat ketika ribuan pekerja Hero Supermarket berunjuk rasa di depan kantor pusat perusahaan, karena 75 pekerja yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), Jumat (11/1/2019).

Ribuan pekerja dari Jabodetabek dan perwakilan dari berbagai kota itu berkumpul tepat di Jalan Raya Boulevard, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), dan menutup hampir seluruh badan jalan arah Sektor Sembilan menuju Graha Raya.

Presiden Aspek Indonesia, Mirah Sumirat menyampaikan tuntutannya di depan awak media, dengan tuntutan utama mengenai PHK itu.

"Telah terjadi pelanggaran perjanjian kerja bersama yang dilakukan oleh manajemen Hero Supermarket, yaitu terkait dengan adanya PHK massal di beberapa toko," ujar Mirah.

"Padahal PHK massal tersebut sudah diatur dalam PKB (Perjanjian Kerja Bersama) itu tidak bisa. Ketika toko tutup, seharusnya pekerjanya itu ditempatkan di toko-toko yang lain yang ada yang masih aktif," lanjutnya.

Mirah menduga ada oknum di manajemen Hero Supermarket yang melakukan upaya disharmoni antara manajemen dengan Serikat pekerja.

"Yang ke dua, selama ini, manajemen Hero Supermarket, dengan Serikat Pekerja Hero Supermarket, terjalin sangat baik. Dan sudah menjadi ukuran atau roll model internasional dan nasional. Dan saat ini saya menduga ada oknum-oknum yang telah melakukan disharmonisasi," jelasnya.

Ribuan Pekerja Hero Supermarket Unjuk Rasa Menolak PHK Sepihak

Kasus Narkoba Naik Pada Tahun 2018 di Tangerang Selatan, Heroin dan H5 Mulai Masuk

Mirah juga menekankan terkait dugaan uapaya pemberangusan serikat pekerja atau union busting.

Ia menyebutkan gejalanya, karena ada pengurus SPHS yang diberi surat peringatan (SP) 2.

"Yang ke tiga ada perlakuan, dugaan-dugaan union busting yang dilakukan oleh manajemen terhadap para pengurus serikat pekerja, ketika serikat pekerja melakukan organisasinya, mereka siberikan sanksi kalau enggak salah SP2," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved