Kompetisi dengan Penjualan Berbasis Online Jadi Faktor 26 Cabang Giant Tutup di Seluruh Indonesia

Coporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan, pihaknya sedang mengalami tekanan besar pada kurun 2018.

Kompetisi dengan Penjualan Berbasis Online Jadi Faktor 26 Cabang Giant Tutup di Seluruh Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kantor pusat PT Hero Supermarket Tbk, Sektor 7 Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Sepanjang tahun 2018, PT Hero Supermarket Tbk. menutup 26 toko Giant di seluruh Indonesia.

Hero merupakan perusahaan ritel besar yang membawahi Hero, Giant, Guardian, Ikea dan lain-lain di seluruh Indonesia.

Coporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, Tony Mampuk, mengatakan, pihaknya sedang mengalami tekanan besar pada tahun 2018.

"Ritel sendiri benar-benar dalam tekanan hari ini. Kami tidak hanya berhadapan sesama competitor kami yang ritel, tetapi juga mulai ada online, dan lain sebagainya," ujar Tony saat ditemui di kantor pusatnya di bilangan Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (11/1/2019).

Tony tidak menutupi, kompetisi pasar turut dicampuri perusahaan berbasis online, dan berimbas besar terhadap supermarket yang cukup mudah ditemui di berbagai wilayah itu.

Ia menyebutnya sebagai perubahan pola belanja masyarakat.

"Kita belum punya datanya sih, cuma yang jelas pasti ada impact," katanya.

Hero Bantah PHK Sepihak dan Lakukan Union Busting

Lebih lanjut, Tony memaparkan, kerugian paling besar datang dari sektor makanan.

Ada penurunan cukup signifikan pada tahun 2017 maupun 2018.

"Khsus bisnis makanan, ada penurunan 6 persen, Rp 7,8 miliar, dari tahun sebelumnya Rp 8,3 miliar. Akibatnya, kami mengalami kerugian operasi sebanyak Rp 163 miliar. Dan ini kerugiannya lebih parah dari tahun sebelumnya. Sebelumnya kerugiannya Rp 79 miliar," paparnya.

Secara keseluruhan, Tony menjelaskan, pihaknya alami penurunan penjualan pada tahun 2018 dari tahun sebelumnya.

"Penurunan total penjualan sebanyak 1persen senilai Rp 8.849 miliar, di mana perolehan tahun 2017 adalah Rp 9.961 miliar," katanya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved