Pemilu 2019

Pasang Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah, Langkah 3 Pilar di Jakarta Barat Diapresiasi

Sahroni mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta.

Pasang Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah, Langkah 3 Pilar di Jakarta Barat Diapresiasi
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Tokoh FKUB bersama TNI Polri memasang spanduk menolak adanya kampanye, hoaks, SARA dan radikalisme di tempat ibadah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Polres Metro Jakarta Barat yang besinergitas dengan unsur tiga pilar lainnya.

Dalam hal ini Pemerintah Kota Jakarta Barat serta TNI dalam pemasangan lebih dari 1000 spanduk berisi maklumat larangan kampanye di tempat-tempat ibadah di Jakarta Barat.

Langkah ini disebutkan Sahroni sebagai upaya preventif mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Sikap Polres Jakarta Barat bersinergi dengan Pemkot Jakarta Barat dan Kodim setempat dalam menciptakan kampanye damai patut diapresiasi. Langkah yang dilakukan bersama pemerintah dan TNI setempat dengan memasang spanduk larangan kampanye di tempat ibadah sebagai langkah positif mencegah adanya penggunaan SARA dalam kampanye pemilu serentak mendatang,” ujar Sahroni saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).

“Kita berharap munculnya awareness kampanye positif tanpa SARA dari umat seiring pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan kemakmuran Masjid) maupun pengurus tempat ibadah lainnya. Dengan langkah ini kita berharap tak ada lagi riak-riak kampanye berbasis agama,” katanya.

Lebih jauh Politisi NasDem ini juga mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta.

Jaga Kerukunan Umat Beragama di Jakarta Barat, 1000 Spanduk Dipasang di Rumah Ibadah

Sahroni optimis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang sempat mencuat saat Pilkada DKI lalu tidak akan muncul di kawasan Barat ibukota ini.

“Saya optimis tidak akan ada intolerasi ataupun politisasi agama di Jakarta Barat. Langkah yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dengan unsur tiga pilar lainnya harus dicontoh wilayah lain di Ibukota dan seluruh daerah di Indonesia,” kata Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada pihak seperti panwaslu ataupun kepolisian bila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.

“Masyarakat harus peduli bahwa penggunaan SARA itu berbahaya dan menciptakan gangguan keamanan maupun ketertiban. Saya berharap masyarakat juga menjadi pengawas dan melaporkan bila ada kampanye menggunakan SARA,” kata Sahroni.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved