Pelaksana Proyek Becakayu Diminta Ikut Tangani Banjir di Jalan Kalimalang Bawah Tol JORR

Proyek Tol Becakayu menggunakan sebagian lahan di jalur Kalimalang. Artinya, selama proyek pembangunan berlangsung, KKDM selaku pelaksana punya andil.

Pelaksana Proyek Becakayu Diminta Ikut Tangani Banjir di Jalan Kalimalang Bawah Tol JORR
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Genangan air yang terjadi di Jalan KH Noer Ali tepatnya di bawah kolong tol JORR Bekasi, (30/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Pemerintah Kota Bekasi meminta pelaksana proyek Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) ikut menangani masalah banjir yang kerap terjadi di Jalan KH. Noer Ali Kalimalang, tepatnya di bawah kolong Tol JORR Kota Bekasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi mengatakan, proyek Tol Becakayu menggunakan sebagian lahan di jalur Kalimalang. Artinya, selama proyek pembangunan berlangsung, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pelaksana proyek memiliki kepentingan.

"Setidaknya ada tiga pihak yang kita minta untuk ikut berpartisipasi, KKDM pelaksana Tol Becakayu, Pengembang lawasan Kota Bintang yang ada di dekat lokasi banjir, dan PLN yang memanfaatkan gorong-gorong untuk utilitas kabel," kata Arief, Jumat, (11/1/2019).

Banjir di Jalan Kalimalang kolong Tol JORR kerap menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Sebab, akses jalur tersebut merupakan jalur penghubung antara Jakarta dan Bekasi. Jika intensitas hujan besar, bisa dipastikan akses jalan tersebut terendam banjir hingga selutut orang dewasa.

"Karena kalau sudah banjir pasti menimbulkan kemacetan yang luar biasa, jalur Kalimalang juga merupakan jalur utama yang volume kendaraanya cukup tinggi," ungkap Arief.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas BMSDA Kota Bekasi Yudianto mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi dengan pelaksana proyek Tol Becakayu dan Pengembang Kawasan Kota Bintang terkait penanganan banjir di kolong Tol JORR.

"Rapat itu kita membahas penanganan banjir di kolong Tol JORR, secara prinsip mereka memahami keinginan kita untuk ikut berpartisipasi menyelesaikan masalah banjir di sana," ungkap Yudianto.

Bahkan, pihak yang diminta berpartisipasi sejauh ini telah membuat desain pelebaran gorong-gorong atau saluran air di kolong Tol JORR agar mampu menampung air yang mengalir di jalan tersebut.

"Karena gorong-gorong yang ada saat ini tidak cukup menampung air untuk mengaliri ke aliran sungai Kali Cakung makanya kerap terendam banjir, mudah-mudahan pekan depan mereka bisa ekspose desain itu," jelas dia.

Seperti yang diketahui, Jalan KH Noer Ali tepat di bawah kolong tol JORR kerap terendam banjir ketikan intensitas hujan turun cukup deras di wilayah Kota Bekasi. Banjir menggenangi jalan sepanjang 250 meter dengan kedalam selutut orang dewasa.

Kemacetan pun tidak dapat dihidari ketika banjir melanda, bahkan sejumlah kendaraan kerap mengalami mogok ketika berusaha menerobos genangan air yang menutupi jalan. Pemkot Bekasi sejatinya telah meletakkan mesin penyedot air di dekat lokasi banjir. Namun usaha itu belum cukup menangani masalah banjir di kolong Tol JORR.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved