Pembangunan Flyover dan Underpass Bulak Kapal Dikerjakan Tahun Depan

Namun Kementerian PUPR meminta Pemkot Bekasi untuk menyiapkan pembebasan lahan.

Pembangunan Flyover dan Underpass Bulak Kapal Dikerjakan Tahun Depan
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kondisi Perlintasan sebidang Jalan Pahlawan Bulak Kapal Bekasi Timur, tanpa palang pintu. TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pembangunan flyover dan Underpass di simpang Bulak Kapal Bekasi Timur diprediksi mulai dkerjakan tahun depan.

Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana, Jumat, (11/1/2019).

"Yang mengerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), kemungkinan tahun depan ya (2020), atau setelah Pilpres," kata Arief. 

Dia menambahkan, proyek itu sejatinya telah diusulkan sejak 2008.

Namun Kementerian PUPR meminta Pemkot Bekasi untuk menyiapkan pembebasan lahan.

Lokasi pembebasan lahan berada di Kelurahan Arenjaya, Durenjaya, dan Margahayu.

"Kita sudah lakukan pembebasan lahan sejak 2015, ada 177 bangunan yang kita bebaskan lahannya untuk proyek itu," jelas Arief.

Proyek flyover dan underpass Bulak Kapal menurut Arief sangat penting.

Sebab, kehadiran dua infrakstruktur itu akan memecah masalah kemacetan yang kerap terjadi di simpang Bulak Kapal

"Selain itu juga bisa mengurangi resiko kecelakaan di perlintasan sebidang kreta api yang ada di bulak kapal," jelas dia.

Untuk itu, pihaknya berharap proyek flyover dan underpass Bulak Kapal dapat segera terealisasi.

Adapun proyek tersebut belum dapat dilakukan pada tahun 2019 ini lantaran berbarengan dengan perhelatan Pemilu 2019. 

"Undang-undangnya tidak memperbolehkan ada kegiatan menggunakan tahun jamak bersamaan dengan agenda tersebut," ujar Arief.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, simpang Bulak Kapal menjadi bagian dari belasan titik kemacetan di wilayah setempat.

Di sana juga ada perlintasan sebidang yang rawan terjadi kecelakaan kereta, apalagi tak ada palang pintu resmi dari PT. KAI.

"Sudah sering terjadi kecelakaan, belum lagi kemacetan yang terjadi setiap jam sibuk," ujar Yayan.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved