Penghuni Ruko Permata Ancol Mengaku Resah dengan Premanisme Berkedok Sekuriti

Puluhan preman berkedok sekuriti berkeliaran di area ruko, sehingga para pemilik maupun pengguna merasa resah dengan keberadaan mereka.

Penghuni Ruko Permata Ancol Mengaku Resah dengan Premanisme Berkedok Sekuriti
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha  
Aksi premanisme berkedok sekuriti meresahkan para pemilik dan pengguna Ruko Permata Ancol, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara. 

Surat tersebut berisi permintaan untuk menghentikan kegiatan operasional mengenai perparkiran di wilayah Ruko Permata Ancol.

"Nah, beberapa hari kemudian tepatnya hari Senin tanggal 31 Desember 2018, oknum preman ini dengan semena-mena melakukan penutupan perparkiran," kata Tubagus.

Upaya penyelesaian yang dilakukan oleh UPT Perparkiran Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara dengan melibatkan Kapolsek, Lurah dan Camat setempat juga menemui jalan buntu.

"Setelah melihat izin yang kamu tunjukkan beliau-beliau ini menegaskan bahwa ini sah dan tidak bisa diganggu gugat. Tapi oknum preman ini bersikukuh untuk menutupnya selama Ruko Permata Ancol tidak memberikan jatah atau setoran kepada mereka," ucap Tubagus.

Jane Shalimar Bandingkan Ucapan Robby Abbas dengan Gaya Hidup Vanessa Angel

Saat ini pihaknya telah membawa kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

"Mudah-mudahan Polres dan PTUN dapat menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Premanisme ini tidak bisa dibiarkan, sangat meresahkan masyarakat," imbuhnya.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved