Rampas Handphone Gunakan Celurit, Tiga Anak di Depok Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud mengatakan ketiganya dicokok anggota Buser Polsek Cimanggis di tempat persembunyiannya

Rampas Handphone Gunakan Celurit, Tiga Anak di Depok Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - KR (14), K (16), dan GS (16) harus berurusan dengan hukum karena terbukti melakukan tindak pemerasan dan pengancaman menggunakan senjata tajam pada Sabtu (5/1/2019) sekira pukul 02.30 WIB.

Tiga anak itu terbukti merampas handphone G (12) yang sedang nongkrong di Jalan H. Kantong dekat Pintu Tol Cisalak I Kelurahan Curug, Cimanggis.

Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud mengatakan ketiganya dicokok anggota Buser Polsek Cimanggis di tempat persembunyiannya yang masih berlokasi di Cimanggis.

"Ketiganya diamankan di wilayah Cimanggis. Mereka melakukan tindak pidana pemerasan dan pengancaman beberapa waktu lalu. Korbannya juga anak, handphonenya dirampas," kata Suyud di Cimanggis, Depok, Jumat (11/1/2019).

Dari hasil pemeriksaan penyidik Unit Reskrim Polsek Cimanggis, KR diketahui masih berstatus pelajar kelas I SMP, K berstatus pelajar kelas II, sedangkan GS sudah putus sekolah.

GS berperang sebagai eksekutor yang mengancam menggunakan celurit, KR memiliki ide merampas, sedangkan K menyimpan handphone dan berencana menjualnya.

"KR dan K masih berstatus pelajar SMP, kalau G sudah putus sekolah. Nah G ini eksekutor yang mengancam korban dan membawa celurit. Kalau korbannya melawan dia mengancam membacok korban," ujarnya.

Saat diamankan di Kelurahan Cisalak, Cimanggis K belum menjual handphone rampasannya sehingga jadi barang bukti kejahatan.

Persoalan Truk Parkir di Badan Jalan, Ketua Transporter Minta Peraturan Bupati Tangerang Dicabut

Barang bukti lain yang digunakan untuk menjerat tiga anak tersebut yakni celurit yang dimiliki GS dan digunakan untuk menakuti korban.

"Barang bukti yang diamankan dari tiga tersangka handphone dan satu celurit. Selain handphone dan sajam, mereka juga ditetapkan jadi tersangka berdasarkan keterangan korban dan teman-temannya sendiri," tuturnya.

Pasalnya dari penuturan G, saat ketiga tersangka melakukan aksinya ada belasan orang di lokasi, namun setelah diperiksa penyidik akhirnya menetapkan KR, K, dan GS.

Lantaran ketiganya tersangka berstatus anak, penyidik Unit Reskrim Polsek Cimanggis berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor dan kuasa hukum tersangka.

"Karena statusnya masih anak kita koordinasi dengan Bapas Bogor dan pengacara mereka. Karena enggak mungkin ditahan di Polsek Cimanggis bersama tahanan lain," lanjut Suyud.

KR, K, dan GS dijerat pasal 368 tentang Pemerasan dan Pengancaman ayat 1 dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved