Persija Jakarta

Sebelum Dikontrak, Pemain Asing Baru Asia Persija Jakarta Akan Jalani Tes Medis Berstandar FIFA

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Persija Jakarta berpedoman dan mengikuti anjuran dari induk sepak bola dunia FIFA

Sebelum Dikontrak, Pemain Asing Baru Asia Persija Jakarta Akan Jalani Tes Medis Berstandar FIFA
ISTIMEWA/Dokumentasi Persija Jakarta
Pemain anyar Persija Bruno Matos setelah membubuhkan tanda tangan kontrak bersama Persija Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tim Medis Persija Jakarta akan memeriksa kondisi terbaru pemain asing asal Asia skuat Macan Kemayoran, pada Jumat (11/1/2019) siang.

Menurut beberapa kabar yang beredar, pemain asing yang akan menjalani pemeriksaan medis itu adalah pemain asal Uzbekistan, Jahongir Abdumuminov.

Pemain berposisi gelandang itu akan terlebih dahulu dipantau kondisinya kesehatannya sebelum dilihat kemampuannya di atas lapangan.

Dokter tim Persija, Donny Kurniawan mengatakan jika semua pemain baru atau lama wajib mengikuti rangkaian proses pemeriksaan medis.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Persija Jakarta berpedoman dan mengikuti anjuran dari induk sepak bola dunia FIFA (Federation of International Football Association).

"Tes medis di Persija itu pake standar FIFA. Pertama pemeriksaan riwayat kesehatan dimulai dari cedera, kesehatan dan dia pernah operasi apa enggak. Punya penyakit tertentu dari masa kecil dan segalanya atau tidak," kata Donny Kurniawan saat ditemui di Mes Persija, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).

"Kita juga minta riwayat kesehatan di keluarga apakah ibu ayahnya darah tinggi jantung dan sebagainya," ucap Donny menambahkan.

UPDATE Transfer Persib Bandung, Patrich Wanggai dan Tony Sucipto Isyaratkan Hengkang

Pria yang akrab disapa Docbro itu akan memeriksa semua kondisi tubuh pemain yang bersangkutan sebelum memberikan rekomendasi kepada manajemen Persija Jakarta.

"Setelah itu beres kita melakukan pemeriksaan fisik dari mulai jantung pakai 12lit EKG. Nah, dari 12lit EKG itu kita lihat hasilnya ada kelainan atau tidak. Bisa dua kemungkinan bisa 1 Ekocardiogram dan satu lagi kita Strestest EKG. Jadi ditempel EKG tapi dalam treadmill," papar Donny Kurniawan.

"Dari situ kita bisa melakukan orthopaedic examination. Itu adalah lihat sendi-sendinya dan dilihat dicurigai bagus atau tidak kalau tidak kita langsung rontgen," imbuh Donny Kurniawan.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved