Telan Rp 11,5 Miliar, Pembabngunan Turap Kali Laya Depok Bakal Buat Dibuat Kedap Air

Dominasi tenaga manusia membuat anggaran yang diminta ke Pemprov Jabar lebih besar dari dua proyek lain di tahun 2019 yang menggunakan Bangub Jabar.

Telan Rp 11,5 Miliar, Pembabngunan Turap Kali Laya Depok Bakal Buat Dibuat Kedap Air
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pengerjaan proyek penurapan Kali Laya di perumahan Taman Duta, Sukmajaya, Depok, Jumat (26/10/2018).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Pemkot Depok mengajukan permintaan hibah Rp 11,5 miliar kepada Provinsi Jawa Barat (Jabar) guna mendanai proyek penurapan dan normalisasi Kali Laya sepanjang 1.6 kilometer di tahun 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi mengatakan Kali Laya yang jadi hulu Situ Pengarengan dan kerap meluap saat hujan itu bakal berbentuk seperti mangkok.

Bagian bawah Kali Laya dibuat kedap air sehingga air tak merembes dan mengalir mulus dan tak membebani turap sehingga memperkecil kemungkinan turap longsor.

"Nanti normalisasinya dibuat seperti mangkok, jadi air tidak merembes ke bawah. Karena kalau sekarang kan air merembes ke bawah, kali di atas. Apalagi itu dataran rendah, dikhawatirkan longsor," kata Manto di Tapos, Depok, Jumat (11/1/2019).

Bila nantinya disetujui Pemprov Jabar, pengerjaan proyek yang diperkirakan dimulai pertengahan tahun 2019 ini lebih banyak dilakukan secara manual karena sempitnya akses masuk alat berat.

Dominasi tenaga manusia membuat anggaran yang diminta ke Pemprov Jabar lebih besar dari dua proyek lain di tahun 2019 yang menggunakan Bangub Jabar.

Yakni proyek peningkatan daerah irigasi Egram sepanjang 1.5 kilometer dengan pagu anggaran Rp 1,6 miliar dan peningkatan daerah irigasi Situ Ciriung sepanjang 0.5 kilometer dengan pagu anggaran Rp 732,5 juta.

"Itu dikerjakan manual, karena itu anggarannya besar. Sudah pernah dilakukan juga kok sebelumnya, secara manual. tapi tetap menggunakan alat berat sedikit," ujarnya.

Perihal manfaat, Manto menjelaskan proyek tak ditujukan untuk mengakhiri banjir di perumahan Taman Duta dan Bukit Cengkeh yang jadi langganan banjir selama puluhan tahun.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved