Kota Bekasi Gagal Raih Adipura, Kadis LH Sebut Kesadaran Warga Masih Minim

"Seharusnya sudah ada industrialisasi sampah dengan konsep sanitary landfil," jelas dia. 

Kota Bekasi Gagal Raih Adipura, Kadis LH Sebut Kesadaran Warga Masih Minim
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Jalanan di Kota Bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kota Bekasi gagal meraih penghargaan Adipura 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jumhana Luthfi mengatakan, terdapat dua faktor yang membuat Kota Bekasi belum pernah meraih penghargaan tersebut.

Faktor pertama kata dia, partisipasi masyarakat Kota Bekasi masih minim untuk ikut serta dalam upaya pengelolaan sampah.

Sehingga penilaian Adipura pada sektor itu masih rendah.

Padahal, pihaknya sudah mengupayakan adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui bank sampah.

"Kesadaran mebangun lingkungan yang bersih masih minim, saya sudah dapat kabar bahwa Kota Bekasi gagal raih Adipura 2019 ini," kata Jumhana, di Pemkot Bekasi, (14/1/2019).

Kemudian faktor kedua yakni, terkait pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Kecamatan Bantar Gebang.

Di TPA itu, Pemkot Bekasi masih menerapkan sistem urugan tanah. 

"Seharusnya sudah ada industrialisasi sampah dengan konsep sanitary landfil," katanya.

Dia menambahkan, pada penilaian Adipura pertama di bulan Maret 2018, Kota Bekasi hanya mendapatkan nilai sebesar 83 poin.

Perjuangan Akhir Robby Tumewu: Stroke 8 Tahun, Pembuluh Darah Pecah hingga Infeksi Paru-paru

Sedangkan pada penilaian kedua di bulan Agustus 2018, Kota Bekasi hanya mendapatkan 84 poin. 

"Ini bukti bahwa penilaian Adipura sangat tinggi, belum cukup hanya mendapatkan poin segitu, daerah lain atau yang meraih Adipura memiliki nilai jauh dari yang didapat Kota Bekasi," katanya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved