Mantan Istri Bawa Kabur Anak, Irvan Minta DPRD Depok Gelar Mediasi

Lantaran tak puas hasil mediasi antara dia dan RSW pada Selasa (18/12/2018) yang difasilitasi Unit PPA Polresta Depok, dia ke DPRD

Mantan Istri Bawa Kabur Anak, Irvan Minta DPRD Depok Gelar Mediasi
istimewa
Mochamad Andy Irvan saat menemui Wakil Ketua Komisi D DPRD Sahat Farida, Depok, Senin (14/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Mochamad Andy Irvan (38) masih berupaya dapat menemui dan memastikan kondisi psikologis anaknya A (8) secara lazim usai diduga dibawa kabur bekas istri RSW dan ayah mertuanya BR ke Makassar sejak bulan Agustus 2018 lalu.

Lantaran tak puas hasil mediasi antara dia dan RSW pada Selasa (18/12/2018) yang difasilitasi Unit PPA Polresta Depok lalu, dia menyambangi DPRD Depok untuk kedua kalinya.

Tujuannya meminta anggota DPRD Komisi D yang membidangi kesejahteraan rakyat memfasilitasi mediasi antara dia dan bekas istrinya yang jadi terlapor dalam kasus tindak pidana diskriminatif pasal 77 UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Saya enggak puas hasil mediasi yang difasilitasi Unit PPA Polresta Depok. Karena di ruang mediasi ada anak saya, harusnya itu mediasi antara saya (pelapor) dengan mantan istri (terlapor), antara dua orang dewasa. Saya mau minta mediasi ulang," kata Irvan di Kantor DPRD Depok, Senin (14/1/2019).

Didampingi pengacara Teddy Indra Mahesa dan sahabatnya yang jadi saksi, Irvan ditemui Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok Sahat Farida di ruangannya.

Irvan meminta Sahat agar memfasilitasi mediasi ulang dengan RSW, lengkap dengan penyidik Unit PPA Polresta Depok yang menangani kasusnya.

"Saya minta bantuan bu Sahat sebagai anggota DPRD Depok, dia kan dari Komisi D. Mau mediasi ulang antara saya, mantan istri, dan penyidik Unit PPA Polresta Depok yang menangani laporan saya. Mediasi tanpa disaksikan anak," ujarnya.

Meski bertemu buah hatinya saat mediasi, dia merasa iba dan tak terima karena anaknya diposisikan berada dalam satu ruangan dan mendengar semua pembicaraan.

Harapan mediasi antara dia, RSW yang seharusnya hanya didampingi penyidik Unit PPA Polresta Depok dan P2TP2A Depok buyar karena A (8) ada dalam ruangan yang sama.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved