Lion Air JT610 Jatuh

Ini Kendala RS Polri dalam Proses Identifikasi Bagian Tubuh Diduga Korban Lion Air PK-LQP

Kemudian, faktor kedua yaitu umur bagian tubuh tersebut yang telah terendam lebih dari dua bulan di dasar laut.

Ini Kendala RS Polri dalam Proses Identifikasi Bagian Tubuh Diduga Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Kombes Pol Edy Purnomo saat ditemui awak media di RA Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo menyebut sejumlah kendala yang dihadapi dalam proses identifikasi bagian tubuh diduga korban Lion Air PK-LQP yang ditemukan oleh KNKT kemarin, Senin (14/1/2019).

"Faktor paling besar karena sudah terendam lama di dalam laut dan menurut informasi ditemukan di dalam lumpur sehingga tentunya banyak kontaminasi," ujarnya kepada awak media, Selasa (15/1/2019).

Kemudian, faktor kedua yaitu umur bagian tubuh tersebut yang telah terendam lebih dari dua bulan di dasar laut.

"Kontaminasi bisa merusak sel DNA dan umurnya juga sudah terlalu lama sehingga mungkin banyak sel-sel di dalamnya sudah mati," ucap Edy menjelaskan.

Nantinya, hasil pemeriksaan sampel DNA dari bagian tubuh yang baru saja ditemukan tersebut akan dicocokan dengan data antemortem dari Operasi Disaster Victim Identification (DVI) yang lalu.

"Kalau datanya cocok, maka akan kami beritahu ke pihak Lion Air dan keluarga. Sementara bila tidak teridentikasi tetap akan kami laporkan ke pihak yang berwajib," kata dia.

Polisi Tangkap Pengedar yang Simpan Narkoba di Lingkungan Sekolah

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil menemukan tulang belulang seberat tujuh kilogram yang diduga merukan bagian tubuh dari penumpang Lion Air registrasi PK-LQP.

Tujuh kilogram bagian tubuh korban itu ditemukan dari dasar laut ketika penyelam berusaha mencari CVR di kedalaman lebih kurang 33 meter di dasar laut perairan Tanjung Karawang.

RS Polri sendiri pada Senin (14/1/2019) malam sekira pukul 21.17 WIB telah menerima empat kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga penumpang pesawat nahas yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved