Lion Air JT610 Jatuh

RS Polri: Proses Identifikasi Diduga Korban Lion Air PK-LQP Perlu Waktu 3 Minggu

Kombes Pol Edy Purnomo menyebut, memerlukan waktu paling cepat tiga minggu untuk proses identifikasi bagian tubuh diduga penumpang Lion Air PK-LQP

RS Polri: Proses Identifikasi Diduga Korban Lion Air PK-LQP Perlu Waktu 3 Minggu
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Kombes Pol Edy Purnomo saat ditemui awak media di RA Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo menyebut, memerlukan waktu paling cepat tiga minggu untuk proses identifikasi bagian tubuh diduga penumpang Lion Air PK-LQP.

Hal ini dikarenakan bagian tubuh yang ditemukan berupa tulang belulang dan telah terendam air laut lebih dari dua bulan sehingga menyulitkan dalam proses identifikasi.

"Paling cepat tiga minggu prosesnya (identifikasi), semogga hasilnya bisa keluar karena memang dalam kasus tulang belulang ini membutuhkan waktu lebih lama dan faktor kesulitan cukup banyak," ujarnya kepada awak media, Selasa (15/1/2019).

Meski demikian, Edy berjanji pihaknya akan tetap berusaha semaksimal mungkin dalam proses identifikasi tersebut.

"Kami akan bekerja semaksimal mungkin dan semogga masih ada DNA yang bisa kami peroleh," ucapnya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil menemukan tulang belulang seberat tujuh kilogram yang diduga merukan bagian tubuh dari penumpang Lion Air registrasi PK-LQP.

Percakapan Intimnya Dibongkar Lucinta Luna, Hafiz Al Quran Fatih Seferagic Kesal

Tujuh kilogram bagian tubuh korban itu ditemukan dari dasar laut ketika penyelam berusaha mencari CVR di kedalaman lebih kurang 33 meter di dasar laut perairan Tanjung Karawang.

RS Polri sendiri pada Senin (14/1/2019) malam sekira pukul 21.17 WIB telah menerima empat kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga penumpang pesawat nahas yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved