Lion Air JT610 Jatuh

RS Polri Terima 4 Kantong Jenazah Berisi Tulang Belulang Diduga Korban Lion Air PK-LQP

RS Polri Kramat Jati menerima empat kantong jenazah berisi tulang belulang yang diduga merupakan korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.

RS Polri Terima 4 Kantong Jenazah Berisi Tulang Belulang Diduga Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Kombes Pol Edy Purnomo saat ditemui awak media di RA Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - RS Polri Kramat Jati pada Senin (14/1/2019) malam menerima empat kantong jenazah berisi tulang belulang yang diduga merupakan korban jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Kombes Pol Edy Purnomo saat ditemui awak media di RS Polri Kramat Jati.

"Tadi malam sekira pukul 21.17 WIB, RS Polri telah menerima empat kantong berisi tulang belulang dari pihak Lion Air yang bersamaan dengan penemuan CVR (Cockpit Voice Recorder)," ucapnya, Selasa (15/1/2019).

Dikatakan Edy, saat ini pihaknya tengah berusaha keras melakukan pemeriksaan untuk selanjutnya melakukan pengambilan sampel DNA.

"Kemungkinannya masih banyak, bisa tulang belulang penumpang Lion Air yang belum ditemukan atau yang sudah ditemukan, tapi bisa juga bukan (penumpang Lion Air)," ujarnya.

Lion Air Dikabarkan Bakal Stop Akomodasi Penginapan Gratis untuk Keluarga Korban PK-LPQ

Harapan KNKT Ungkap Penyebab Kecelakaan Pesawat Lion Air PK-LQP dengan Temuan CVR

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil menemukan tulang belulang seberat tujuh kilogram yang diduga merukan bagian tubuh dari penumpang Lion Air registrasi PK-LQP.

Tujuh kilogram bagian tubuh korban itu ditemukan dari dasar laut ketika penyelam berusaha mencari CVR di kedalaman lebih kurang 33 meter di dasar laut perairan Tanjung Karawang.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved