Pemilu 2019

FKUB Jakarta Pusat Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2019

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Pusat gelar Deklarasi Pemilu Damai 2019 di sejumlah tempat ibadah di Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

FKUB Jakarta Pusat Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2019
TribunJakarta/Leo Permana
Ketua FKUB Jakpus, Ahmad Katsir (memegang mike) bersama pemuka agama, umara dan lainnya saat membacakan deklarasi pemilu damai 2019 di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA COM, SAWAH BESAR - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Pusat gelar Deklarasi Pemilu Damai 2019 di sejumlah tempat ibadah di Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

Ketua FKUB Jakpus, Ahmad Katsir menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dan Wihara Tri Ratna.

Di Masjid Istiqlal, ia menjelaskan kegiatan itu merupakan cita-cita dari FKUB dalam Pemilu 2019.

"Pada hari ini FKUB melaksanakan keinginan yaitu berupa silaturahim dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan sekaligus umara yang ada di wilayah Jakarta Pusat," kata Ahmad di lokasi, Rabu (16/1/2019).

"Cita-cita FKUB dalam melaksanakan pemilu 2019, FKUB secara jelas bersama-sama menolak bahwa tempat ibadah yang suci ini digunakan untuk kampanye dan sebagainya bahwa tempat ibadah khusus untuk kita berbakti dan bersembah diri, karena itu urusan vertikal kita pada Tuhan," tambah dia.

Ahmad menegaskan FKUB bersama tokoh agama, masyarakat, dan termasuk MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) menolak bahwa tempat ibadah itu dijadikan tempat kampanye.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Jakpus Bayu Meghantara mendukung adanya kegiatan ini karena sesuai UU 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Kegiatan ini terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat 1 huruf h, yang menyebutkan pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan untuk digunakan sebagai kampanye," kata Bayu di lokasi.

"Kita tahu wilayah Jakpus merupakan sentra pemerintahan dan sentra-sentra kegiatan keagamaan, mudah-mudahan kegiatan ini dijabah oleh Allah SWT sehingga kegiatan pemilu di Jakarta Pusat khususnya dan di Indonesia secara keseluruhan dapat berlangsung damai," lanjutnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pihak perwakilan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, ia mengatakan pihak pengurus masjid menyambut gembira atas kegiatan ini.

"Karena deklarasi ini berarti adalah niat baik untuk penyelenggaraan pemilu secara damai dan aman, karena ini adalah cita-cita bangsa Indonesia dan cita-cita semua agama termasuk di ajaran islam yang mengajarkan kedamaian," jelasnya.

Seusai mereka melakukan sambutan, mereka bersama dengan perwakilan enam agama, Dandim Jakarta Pusat, Kapolres Jakarta Pusat beserta umara lainnya mengucapkan deklarasi pemilu damai 2019 bersama-sama.

Bawaslu Tangsel Tegaskan ASN Tak Boleh Berikan Like Status Berpihak Kepada Peserta Pemilu

Polres Jakbar Apresiasi Upaya FKUB yang Tolak Politisasi di Tempat Ibadah

"Kami para pemuka agama bersama umaro Jakarta Pusat menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, issue hoaks, SARA dan radikalisme," teriak mereka bersama-sama.

Dari Masjid Istiqlal kegiatan yang sama dilanjutkan di Gereja Katedral dan berakhir di Wihara Tri Ratna yang berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Penulis: Leo Permana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved