Pengelola Yayasan Al Kamal Jakarta Sebut Gudang Narkoba Ada di Laboratorium SMK Al Kamal

Total ada enam paket sabu seberat 355,56 gram dan obat-obatan psikotropika golongan IV dan obat daftar G total sebanyak 7.910 tablet yang ditemukan.

Pengelola Yayasan Al Kamal Jakarta Sebut Gudang Narkoba Ada di Laboratorium SMK Al Kamal
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Laboratorium Kimia di SMK Al Kamal yang diduga menjadi gudang narkoba. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat membenarkan bahwa dua kurir narkoba yakni CP dan DL yang ditangkap Polsek Kembangan, Jakarta Barat memang berada di SMK Al Kamal.

‎Keduanya ditangkap lantaran menjadikan ruang laboratorium di sekolah tersebut sebagai gudang narkoba.

 Total ada enam paket sabu seberat 355,56 gram dan obat-obatan psikotropika golongan IV dan obat daftar G total sebanyak 7.910 tablet yang ditemukan dari gudang sekolah tersebut.

"Mereka itu anaknya Jodi, mantan pegawai kami yang sudah tidak punya legalitas. Tapi anaknya ini memang suka nginap disana dan kerap meresahkan," kata Soeryo saat menggelar jumpa pers di Universitas Al Kamal Jakarta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019).

Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat saat menggelar jumpa pers.
Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta, Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat saat menggelar jumpa pers. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, laboratorium Kimia yang diduga jadi gudang narkoba itu berada di area belakang sekolah.

Ruang laboratorium dengan pintu berwarna biru itu saat ini dalam keadaan terkunci meski tidak ada garis polisi yang terpasang di tempat itu.

Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Manajemen Dikdasmen Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal, Zakiah.

Ia membantah semua pernyataan Soeryo perihal adanya penggerebekan narkoba di sekolahnya.

"Tidak ada penangkapan narkoba disini. Semua karyawan kami cek semua lengkap, jadi tidak ada yang tertangkap karena narkoba. Kita bukan membantah, tapi memang tidak ada," kata Zakiah.

Bahkan, Zakiah mengancam akan memproses hukum terhadap pihak yang menyebutkan adanya gudang narkoba di sekolah Al Kamal.

"Saya akan proses mereka, jangan macam-macam karena ini menyangkut nama baik yayasan ini, ini bukan sekolah kecil," kata Zakiah.

Sekretaris Manajemen Dikdasmen Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal, Zakiah.
Sekretaris Manajemen Dikdasmen Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal, Zakiah. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Belakangan diketahui bahwa memang ada dualisme kepengurusan di sekolah Al Kamal, yakni kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta yang dipimpin Soeryo‎ dan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal di kubu Zakiah.

Dalam perjalanannya, kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta‎ mengurusi SD, SMP, Kampus dan Rumah Sakit.

Sedangkan ‎kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal ‎bertanggungjawab atas TK, SMA dan SMK.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved