Dinas Pendidikan Enggan Tanggapi Kasus Sekolah Al Kamal yang Diduga Jadi Gudang Narkoba

Bowo melemparkan permasalahan tersebut kepada Sudin Pendidikan di Jakarta Barat. Ia mengatakan persoalan ini bukanlah wewenangnya.

Dinas Pendidikan Enggan Tanggapi Kasus Sekolah Al Kamal yang Diduga Jadi Gudang Narkoba
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
PLT Kadisdik DKI Jakarta Bowo Irianto di Balai Kota DKI Jakarta Senin, (6/8/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PLT Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto tak ingin banyak komentar mengenai temuan sejumlah narkoba yang diduga disimpan di laboratorium sekolah Al Kamal Jakarta Barat, pada beberapa waktu lalu.

Bowo melemparkan permasalahan tersebut kepada Sudin Pendidikan di Jakarta Barat. Ia mengatakan persoalan ini bukanlah wewenangnya. Sebab, sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang dikelola langsung oleh pihak yayasan.

"Ya kalo sekolah yang ada di yayasan, itukan sepenuhnya ada dipembina yayasan ya. Kan kemudian yang mengatur terkait dengan penyelenggaran sekolah itukan ada di yayasan sepenuhnya. Kalo kita kan memang membina dari asepek akademi saja, tetapi kemudian itu terkait masalah orang yang tinggal situ segala macam kalo sekolah swastakan sepenuhnya di tangan sekolah swasta," kata Bowo saat dikonfirmasi, Kamis (17/1/2019).

Sebagai pelaksana tugas kepala dinas, ia menjelaskan terdapat beberapa perbedaan dari segi pembinaan bagi warga sekolah antara sekolah negeri dan swasta.

Ia menyebut seluruh warga yang berada di lingkungn sekolah negeri, termaksud dengan penjaga sekolah telah dilakukan pembinaan. Bahkan sebagian dari mereka merupakan pegawai negeri ataupun pegawai kontrak individu yang diatur langsung oleh pemerintah.

Sehingga, apabila ditemukan hal-hal yang dinilai menyimpang, pihaknya akan segera memberi sanksi tegas berupa pencopotan jabatan atau diberhentikan.

"Indikator penyelenggaraan pendidikan itu kelas satu. Dan nomor satu adalah menstop prilaku menyimpang. Nah itu yang kemudian diterapkan disekolah. yang membedakan adalah dalam sisi pembinaan. Kalo negrei kan mereka semua pegawai negeri. Penjaga sekolahnya juga mereka rata-rata diantaranya PNS juga, kalo bukan PNS mereka adalah pegawai kontrak individu berarti mereka kalo begitu melanggar mereka diberhentikan juga," katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal, Soeryo Soedibyo membenarkan bahwa dua kurir narkoba yakni CP dan DL yang ditangkap Polsek Kembangan, Jakarta Barat memang berada di SMK Al Kamal.

‎Keduanya ditangkap lantaran menjadikan ruang laboratorium di sekolah tersebut sebagai gudang narkoba.

"Mereka itu anaknya Jodi, mantan pegawai kami yang sudah tidak punya legalitas. Tapi anaknya ini memang suka nginap disana dan kerap meresahkan," kata Soeryo di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (16/1/2019) lalu.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved