Tidak Seperti Tahun Lalu, Pedagang Nilai Perayaan Imlek Tahun Ini Sepi

Berdagang sejak awal Januari 2019, Eva menyebutkan peningkatan pembeli tidaklah banyak dan rata-rata sama setiap harinya.

Tidak Seperti Tahun Lalu, Pedagang Nilai Perayaan Imlek Tahun Ini Sepi
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Pernak Pernik Imlek di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Utara., Kamis (17/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Sejumlah pedagang keluhkan sepinya pembeli pernak pernik Imlek pada tahun ini.

Mereka menilai euforia pada tahun babi tanah Imlek tahun ini, tidak semeriah padah tahun anjing tanah setahun yang lalu.

Eva (50) satu di antara pedagang di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Utara, mengatakan pembeli di lapaknya memang ramai, namun tidak seramai tahun lalu. 

Berdagang sejak awal Januari 2019, Eva menyebutkan peningkatan pembeli tidaklah banyak dan rata-rata penghasilan sama setiap harinya.

"Pembeli sih ada, cuma ya begitu-begitu aja, padahal disini yang jualan ngak banyak," kata Eva kepada TribunJakarta.com, Kamis (17/1/2019).

Pernak-pernik Imlek di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (17/1/2019). Penjual keluhkan pembelian tahun ini tak seramai tahun kemarin.
Pernak-pernik Imlek di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (17/1/2019). Penjual keluhkan pembelian tahun ini tak seramai tahun kemarin. (TribunJakarta.com/Afriyani Garnis)

Selain Eva, Ko Akim (78) pedagang yang sudah berjualan sejak tahun 2004 mengatakan, setiap tahun dirinya selalu mengalami penurunan.

"Jauh sekali bedanya dengan tahun lalu, ekonomi masyarakat susah sekali kayaknya sekarang, saya sudah jualan dari 27 Desember 2018, tapi barang saya masih banyak begini," keluh dia.

Ia mengatakam rata-rata pembeli hanya akan tertarik membeli angpao dan lampion dibanding pernak pernik yang lain.

Padahal di lapaknya, Ia menjual berbagai macam pernak pernik Imlek. seperti hiasan dinding, berbagai macam gantungan, lampion imlek polos hingga lampion yang dihiasi lampu warna warni.

"Ya paling cuma angpao saja, yang lainnya jarang-jarang," jelas Ko Akim.

Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved