Peringati Hari Braille Internasional, Kantor Imigrasi Jakbar Buka Layanan Bagi Penyandang Tuna Netra

"Acara ini dalam rangka memperingati hari braille internasional‎. Total ada 30 penyandang tuna netra yang membuat paspor di tempat ini," kata Sengky.

Peringati Hari Braille Internasional, Kantor Imigrasi Jakbar Buka Layanan Bagi Penyandang Tuna Netra
ISTIMEWA/Dokumentasi Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Penyandang tuna netra membuat paspor di pelayanan paspor yang diadakan di Yayasan Mitra Netra, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat hari ini membuka layanan paspor ramah HAM bagi penyandang tuna netra.

Pelayanan paspor itu digelar di Yayasan Mitra Netra, Lebak Bulus, Jakarta Selatan sejak Pukul 08.00-12.00 WIB.

Kepala Bidang Pelayanan dan Verifikasi Adjudikasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Jakarta Barat, Felusia Sengky Ratna mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian acara dalam memperingati Hari Braille Internasional dan Hari Bhakti Imigrasi ke-69.

"Acara ini dalam rangka memperingati hari braille internasional‎. Total ada 30 penyandang tuna netra yang membuat paspor di tempat ini," kata Sengky kepada wartawan, Jumat (18/1/2019).

Sengky menjelaskan acara hari ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus dokumen keimigrasian.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Jakarta Barat juga pernah mengadakan kegiatan serupa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) saat Hari Disabilitas Internasional.

"Program-program pelayanan yang bertujuan memberikan kemudahan kepada masyarakat akan terus kami laksanakan di sepanjang tahun 2019," ucapnya.

Dalam pembuatan paspor, para penyandang tuna netra itu mendapatkan bimbingan dari para petugas imigrasi.

Termasuk, diberikan buku panduan pembuatan paspor yang menggunakan huruf braille.

Hashim Sebut Kubu Prabowo-Sandi akan Buat Mata Uang Braile

"Untuk prosedurnya sama, tapi kita ada pendampingan dari petugas. Mereka juga kami berikan buku panduan pembuatan paspor braile yang telah kami sediakan," kata Sengky.

Sekretaris Yayasan Mitra Netra, Ahyar sangat mengapresiasi kegiatan 'jemput bola' dari pihak imigrasi kepada para tuna netra.

‎"Pelayanan ini sangat bermanfaat karena apabila kami harus datang ke Kantor Imigrasi dengan segala keterbatasan tentunya harus melalui prosedur yang cukup panjang," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved