Cegah Kebakaran, Wali Kota Jakarta Barat Larang Stop Kontak Dipakai Bertumpuk

Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah melakukan langkah pencegahan dengan cara memberikan penyuluhan kebakaran untuk masyarakat

Cegah Kebakaran, Wali Kota Jakarta Barat Larang Stop Kontak Dipakai Bertumpuk
TribunJakarta/Novian Ardiansyah
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi bersama Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengky Haryadi dan Dandim 0503 Jakarta Barat Letkol Kavaleri Andre Hendri Masengi saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Tomang Utara 1, Jakarta Barat, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi melarang warganya agar tidak menggunakan stop kontak secara bertumpuk.

Pelarangan tersebut merupakan salah satu langkah meminimalisir terjadinya kebakaran.

Pasalnya, disebutkan Rustam, Jakarta Barat merupakan daerah yang rentan mengalami kebakaran.

Terlebih masih banyaknya warga yang tidak peduli akan penggunaan listrik secara baik dan benar, serta tidak sedikit instalansi listrik yang masih berantakan.

"Kemudian kita pastikan bahwa instalasi listrik sudah sesuai dengan standar. Karena kadang kadang ini jadi persoalan. Kemudian pemakaiannya juga ya harus disiplin jangan satu stop kontak ditumpuk beberapa itu yang bisa menjadi penyebab kebakaran itu," tutur Rustam di lokasi kebakaran di Jalan Tomang Utara I, Senin (21/1/2019).

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah melakukan langkah pencegahan dengan cara memberikan penyuluhan kebakaran untuk masyarakat.

Penyuluhan tersebut dimaksudkan agar masyarakat semakin waspada dan mengetahui cara tepat penanganan pertama jika terjadi kebakaran.

"Jadi memang kita harus menumbuhkan kewaspadaan semua pihak ya RT, RW masyarakat daerah-daerah rentan terbakar seperti ini kan harus lebih optimal lagi kita waspadanya ya," ujar Rustam.

Tiga Oknum Brimob Pengeroyok Anggota TNI Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

"Yang pertama memang harus terus menerus kita sosialisasikan tentang bahaya kebakaran," sambungnya.

Imbauan Rustam terkait pembenahan dan kesadaran masyarakat akan penggunaan listrik untuk mencegah kebakaran itu juga senada dengan Kasie Ops Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat, Rompis Romlih.

Rompis mengatakan, 70 persen kebakaran yang terjadi di Jakarta Barat pada tahun 2018 ialah disebabkan oleh korsleting listrik.

"Saya perkiraan 70 persen ke atas lebih, hampir 70 persen ke atas lebih dominan akibat korsleting listrik, dia lebih tinggi dari penyebab kebakaran lainnya seperti kompor gas dan penyebab lainnya," kata Rompis, Minggu (6/1/2019).

Ia menuturkan, kebakaran yang diakibatkan oleh korsleting listrik lebih banyak terjadi di wilayah dengan pemukiman padat penduduk, seperti di Kecamatan Cengkareng dan Kecamatan Tambora.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved