Pilpres 2019

Hoaks Berita Luhut Siap Cium Kaki Prabowo, Ini Tanggapan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno menambahkan, ada ketidakselarasan antara apa yang menjadi perbincangan elite dengan yang terjadi di masyarakat.

Hoaks Berita Luhut Siap Cium Kaki Prabowo, Ini Tanggapan Sandiaga Uno
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sandiaga Uno saat dijumpai di Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa, (22/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan diterpa berita bohong atau hoaks yang menyebut dirinya siap mencium kaki Calon Presiden Prabowo Subianto.

Kabar bohong itu sempat dimuat website blog dengan judul ‘Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!’

Luhut secara tegas membantah kabar tersebut. Bahkan, Menko Kemaritiman ini siap menyeret pelaku pembuat hoaks ke ranah hukum. Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat dimintai tanggapan terkait hal itu mengatakan, semua pihak harus fokus bagiamama mensejahterakan rakyat.

Sandiaga Uno menambahkan, ada ketidakselarasan antara apa yang menjadi perbincangan elite dengan yang terjadi di masyarakat. Menurut dia, elite sudah terlalu disibukkan saling serang dengan pabrik-pabrik hoaks.

"Ini titik (kampanye) ke 1.060 saya. Dari 1.060 titik enggak pernah tuh ada yang nanya gimana pak Luhut nyium kakinya pak Prabowo, gak pernah ada yang nanya itu, masyarakat maunya apa? ini ada diskoneksi apa yang masyarakat inginkan dan elite terus pergunjingkan," kata Sandiaga Uno saat berkampanye di Babelan, Bekasi, Selasa, (22/1/2019).

Dia mengajak semua pihak untuk menangkap aspirasi masyarakat, momem pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) harus dijadikan sebagai momen berdemokrasi yang menyatukan, bukan malah memperkeruh suasana.

Ramai Luhut Diminta Cium Kaki Fahri Hamzah, Sudjiwo Tedjo Ungkit Janji Amien Rais Saat Pilpres 2014

Wali Kota Airin Temui Menteri Luhut Bahas Pengolahan Sampah Jadi Listrik 

"Gunakan kesempatan ini untuk tingkatkan ukhwah kita, ukhwah islamiyah, dan wathoniyah kita, kita fokus apa yang diinginkan masyarakat, jadi mari sama-sama kita berpikir dengan akal sehat, kita tidak terlalu tanggapi hoaks-hoaks tersebut, tapi kita mengimbau, pada semua pihak fokuslah di bidang kesejahteraan rakyat," jelas dia.

"Tadi ada tiga kesempatan bertanya yang diajukan masyarakat, tidak ada yang bertanya tentang hoax, yang mereka tanya adalah bagaimana kesejahteraan mereka, bagaimana anak-anak muda petani, tadi mas Abdul Majid (petani di Bekasi), bagaimana pupuk bisa lebih terjangkau, obat-obatan bisa lebih terjangkau, solusinya adalah pupuk organik pengelolaan kebijakan yang lebih berpihak pada petani, itu yang saya sampaikan," ucapnya.

"Ayolah belajar untuk mendengar masyarakat, turun ke bawah sambangi masyarakat, tangkap aspirasi mereka jangan terus menerus bicarakan isu-isu yang sangat tidak penting,"ujar Sandiaga.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved