Lion Air JT610 Jatuh

Akomodasi Dihentikan, Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Diminta Managemen Hotel Ibis Pergi

Meski demikian, puluhan anggota keluarga korban tersebut menolak segera angkat kaki lantaran menganggap hak dan tuntutan mereka belum dipenuhi

Akomodasi Dihentikan, Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Diminta Managemen Hotel Ibis Pergi
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah keluarga korban Liona Air PK-LQP terkatung-katung setelah menolak keluar dari Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Puluhan keluarga korban pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP terkatung-katung di Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pasalnya, mereka diminta oleh pihak Ibis segera mengosongan kamar tempat mereka tinggal setelah pihak Lion Air menyetop akomodasi bagi keluarga korban di hotel tersebut.

Meski demikian, puluhan anggota keluarga korban tersebut menolak segera angkat kaki lantaran menganggap hak dan tuntutan mereka belum dipenuhi oleh Lion Air.

"Kalaupun mereka (management Lion Air) belum selesaikan urusan dengan keluarga korban jangan keluarkan kami dari sini (Hotel Ibis)," ucap Yoke, salah satu keluarga korban, Rabu (23/1/2019).

Hal senada turut diungkapkan oleh Neuis Marfuah (46), ibu dari korban Lion Air Vivian Afifa (23) yang meminta pihak Lion Air lebih kooperatif dalam pemenuhan hak dan tuntutan dari keluarga korban.

"Kalau Lion kooperatif ya selesaikan hak keluarga, kami di sini tidak berurusan dengan pihak hotel tapi Lion Air," ujarnya saat ditemui di Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami kesini juga karena ada kejadian ini kan," tambahnya.

Neuis mengungkapkan, ada empat tuntutan yang saat ini masih terus diperjuangkan oleh keluarga korban Lion Air PK-LQP.

Ini Kendala RS Polri dalam Proses Identifikasi Bagian Tubuh Diduga Korban Lion Air PK-LQP

"Pertama, tuntaskan pencarian 64 korban yang masih tertinggal di laut sampai teridentifikasi," kata Neuis.

Kemudian, keluarga juga meminta pihak Lion Air segera menyelesaikan masalah asuransi sesuai Permenhub Pasal 77.

"Bagi keluarga korban yang belum teridentifikasi, mereka juga harus memfasilitasi. Ini sudah kami sampaikan suratnya kemarin di Kantor Kementerian Kemaritiman dan diterima oleh Pak Daniel Putut (Managing Director PT Lion Air Group), kemudian dia menyatakan akan difasilitasi, tapi pada kenyataannya kamo disuruh check out," ucapnya.

Proses Identifikasi Diduga Korban Lion Air PK-LQP Dimulai Kembali, Ini Faktanya

Ini Tata Cara Pengembalian Jenazah Korban Lion Air PK-LQP Bila Kembali Teridentifikasi

Seperti diketahui, sebanyak 189 penumpang Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP menjadi korban setelah pesawat yang mereka tumpangi terjatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 lalu.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) pun telah berhasil mengidentifikasi 125 korban korban.

Sedangkan, 64 orang lainnya hingga kini belum juga ditemukan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved