Pemilu 2019

Pemilu 2019, Depok Kekurangan 1.322 Kotak dan 1.076 Bilik Suara

Meski kurang, Zaki menuturkan hal ini merupakan tanggung jawab KPU RI, bukan KPU Depok yang sempat terlambat dalam menetapkan DPTHP-2.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jajaran KPU Depok saat mengepak logistik di Gudang Logistik KPU Depok, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMANGGIS - KPU Kota Depok dipastikan kekurangan 1.322 kotak suara kardus yang digunakan dalam Pemilu 2019 mendatang, hal ini dipastikan saat Bawaslu Provinsi Jawa Barat (Jabar) melakukan sidak ke gudang logistik KPU Depok.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Jabar Zaki Ilmi mengatakan kekurangan kotak suara kardus karena KPU RI menetapkan jumlah logistik sebelum Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) beres.

"Depok kurang sekitar seribu kotak suara berbahan kardus. Kalau untuk Provinsi supervisi baru berjalan dua hari jadi belum bisa terekap semua Kabupaten/Kota," kata Zaki di Gudang Logistik KPU Depok, Rabu (30/1/2019).

Meski kurang, Zaki menuturkan hal ini merupakan tanggung jawab KPU RI, bukan KPU Depok yang sempat terlambat dalam menetapkan DPTHP-2.

Kekurangan kotak suara juga tak hanya terjadi di Depok, tapi juga di tingkat Kabupaten dan Kota lain di seluruh Indonesia.

"Informasi yang kami peroleh pada saat penetapan jumlah kotak suara berbasis TPS DPS. Sedangkan pada saat DPTHP-2 terjadi peningkatan jumlah TPS di seluruh Indonesia," ujarnya.

Petugas Satpol PP Robohkan 38 Bangunan Liar di Cipondoh

Zaki berharap KPU RI lekas menambah pasokan logistik kotak suara ke seluruh Kota dan Kabupaten agar tak menganggu jalannya Pemilu 2019 berlangsung.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Depok Nana Shobarna mengatakan Depok kekurangan 1.322 kotak suara kardus dan 1.076 bilik suara karena masalah penetapan DPTHP-2.

"Untuk di Depok memang kurang. Kotak suara kardus yang kurang ada 1.322, untuk bilik suara yang kurang ada 1.076. Kita sudah melaporkan ke KPU pusat agar pasokan logistik ditambah," tutur Nana.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved