Lion Air JT610 Jatuh

RS Polri Kesulitan Identifikasi 7 Kilogram Body Part Diduga Korban Lion Air PK-LQP

Kombes Pol Edy Purnomo menerangkan,pihaknya masih kesulitan melakukan identifikasi terhadap tujuh kilogram tulang diduga korban pesawat nahas Lion Air

RS Polri Kesulitan Identifikasi 7 Kilogram Body Part Diduga Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo saat ditemui TribunJakarta.com di RS Polri Kramat Jati, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kombes Pol Edy Purnomo menerangkan, pihaknya masih kesulitan melakukan identifikasi terhadap tujuh kilogram tulang diduga korban pesawat nahas Lion Air PK-LQP.

Pasalnya, bagian tubuh yang ditemukan bersamaan dengan penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) tersebut mengalami kontaminasi berat selama berada di dasar laut.

"Melihat kondisi tulang yang diperiksa, tim DNA kami kesulitan untuk diidentifikasi karena faktor kontaminasi yang sangat tinggi di laut," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Kamis (31/1/2019).

Dari tujuh kilogram tulang tersebut, pihak RS Polri berhasil mengambil tujuh sampel DNA.

Namun, hanya empat yang bisa diambil ekstraknya oleh tim DNA.

"Dari tujuh kilogram tulang kami bagi menjadi 13 body part, tapi yang bisa diambil sampel DNA-nya hanya tujuh," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Pada minggu ke-dua, dari tujuh sampel hanya empat yang bisa diambil ekstraksinya," tambahnya.

Dijelaskan Edy, dari empat sampel DNA yang berhasil diambil ekstraksinya, sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.

"Daru empat itu, sampai sekarang belum bisa membuahkan hasil atau titik terang," kata Edy.

RS Polri Kembali Identifikasi 26 Body Part Penumpang Lion Air PK-LQP

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil menemukan tulang belulang seberat tujuh kilogram yang diduga merukan bagian tubuh dari penumpang Lion Air registrasi PK-LQP.

Tujuh kilogram bagian tubuh korban itu ditemukan dari dasar laut ketika penyelam berusaha mencari CVR di kedalaman lebih kurang 33 meter di dasar laut perairan Tanjung Karawang.

RS Polri sendiri pada Senin (14/1/2019) malam sekira pukul 21.17 WIB telah menerima empat kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga penumpang pesawat nahas yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved