Serangan Balik Jokowi Dinilai Sebagai Klarifikasi Politik

Analis politik Arif Nurul Iman berkomentar mengenai kampanye calon presiden Joko Widodo. Serangan balik Jokowi dinilai sebagai klarifikasi.

Serangan Balik Jokowi Dinilai Sebagai Klarifikasi Politik
Foto Muchli Jr - Biro Pers Setpres
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengecek bentuk tempe saat mengunjungi pasar di Kota Tangerang, Minggu (4/11/2018). 

Saat itu, Jokowi bertemu simpatisan yang tergabung dalam Koalisi Alumni Diponegoro di Gedung PPI Kota Lama Semarang.

Acara yang digelar Minggu (3/2/2019) pagi tadi dihadiri sekitar 7 ribu simpatisan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Jokowi sempat menyinggung perilaku Ratna Sarumpaet yang pernah membuat kegaduhan karena berita bohong buatannya.

"Saya tahu arah kebohongan yang dilakukan ke mana. Ingin menganggap kami ini melakukan kriminalisasi. Untung saja, beliau berani mengakui kesalahannya," tegasnya.

Selain berita hoaks tersebut, Jokowi juga kembali membahas kebohongan lain terkait 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos.

"Saat kami jawab dan diselidiki. Ternyata salah. Mereka yang buat berita hoaks, diam. Ada lagi bilang kalau selang darah di RSCM dipakai sampai 40 kali," ucapnya.

"Setelah dikonfirmasi, mereka diam lagi. Dikira masyarakat ini bodoh mau dibohong-bohongi seperti itu," beber Jokowi.

Sindir Jokowi Gagal Penuhi Janji Kampanye, Fadli Zon: Bohong Apa Bohong?

Jokowi Kembali dapat Dukungan dari Alumni Perguruan Tinggi

Ucapan Calon Presiden nomor urut 2 Pilpres 2019, Prabowo Subianto yang mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030 juga ditanggapi serius Jokowi.

"Belum jadi pemimpin kok sudah pesimis. Harusnya bangsa yang besar ini dibangun dengan rasa optimisme yang tinggi." sambungnya.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved