Sindir Jokowi Gagal Penuhi Janji Kampanye, Fadli Zon: Bohong Apa Bohong?

Waketum Gerindra, Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal memenuhi janjinya saat kampanye empat tahun lalu.

Sindir Jokowi Gagal Penuhi Janji Kampanye, Fadli Zon: Bohong Apa Bohong?
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Fadli Zon saat ditenui awak media di Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Waketum Gerindra, Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal memenuhi janjinya saat kampanye empat tahun lalu.

Fadli Zon mengatakan hal tersebut saat hadir di acara relawan pasangan capres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, di Villa Dago Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (3/2/2019).

"Kita tahu selama empat tahun lebih pemerintahan ini, telah gagal untuk menunaikan apa yang jadi janji-janji mereka. Janji-janji mereka yang begitu banyak. Yang kadang-kadang janjinya itu brutal dan seenaknya diucapkan," ujar Zon.

Wakil Ketua DPR RI itu mengatakan Presiden Jokowi tidak menuaikan janjinya membeli kembali Indosat.

"Contohnya, mau membeli kembali Indosat, buy back Indosat. Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda pembelian Indosat. Ini artinya apa, bohong apa bohong?" pekik Zon.

Setelah itu, ia menyebutkan Pertamina, sebagai BUMN yang tengah merugi.

Hal itu jauh berbeda dengan janji Jokowi untuk memajukan perusahaan minyak itu melebihi Petronas, milik negara tetangga.

"Kemudian, mau membuat pertamina lebih hebat dari Petronas. Justru hari ini pertamina di ambang kebangkrutan saudara-saudara. Ini bohong apa bohong?" lanjut pekiknya.

Zon juga menyebut janji Jokowi membangun 50.000 Puskesmas di seluruh Indonesia gagal.

Dituding Tak Kuliah Malah Main Game dan Diadukan ke Jokowi, Kaesang Pangarep Beri Jawaban Tegas

Fadli Zon Hadiri Sarasehan Emak-emak dan Milenial di Tangerang Selatan

Terkait ekonomi, ia mengatakan pertumbuhannya tidak mencapai angka 7% seperti yang dijanjikan.

"Pertumbuhan janjinya 7%, pertumbuhan ekonomi. Tapi nyatanya pertumbuhan ekonomi tidak pernah lewat dari 5%." tegasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved