Sejarah Kue Keranjang di Perayaan Imlek, Legenda Raksasa Jahat hingga Sesaji untuk Leluhur

Menurut sebuah legenda, pada zaman Tiongkok kuno ada seekor raksasa jahat dan gemar memangsa manusia bernama Nian.

Sejarah Kue Keranjang di Perayaan Imlek, Legenda Raksasa Jahat hingga Sesaji untuk Leluhur
Tribun Jatim
Kue keranjang. 

TRIBUNJAKARTA.COM – Tahun baru Imlek sebentar lagi tiba. Seperti perayaan hari besar pada umumnya, Imlekpun memiliki makanan khas yang biasa disuguhkan untuk sanak saudara.

Adalah Nian Gao atau kita mengenalnya dengan kue keranjang. Menyajikan kue keranjang ini sudah menjadi tradisi penting dalam perayaan Imlek.

Kue keranjang ini ada sejaranya loh!

Sekilas, kue yang satu ini mirip dengan dodol, yakni memiliki rasa yang manis dan bertekstur kenyal dan lengket. Kue keranjang pun menjadi sesaji dalam upacara sembahyang leluhur pada saat Imlek, tepatnya 7 hari sebelum hari Imlek.

Kue keranjang ini memiliki sejarahnya, seperti yang NOVA.id kutip dari Bobo.grid.id.

Menurut sebuah legenda, pada zaman Tiongkok kuno ada seekor raksasa jahat dan gemar memangsa manusia bernama Nian.

Sampai akhirnya ada seorang warga desa bernama Gao mempunyai akal yang cerdik dengan membuat beberapa kue sederhana yang terbuat dari campuran tepung ketan dan gula.

Kue ini pun kemudian diletakkan di depan pintu untuk diberikan kepada Nian. Semenjak itulah Nian tak pernah memangsa manusia melainkan memakan kue keranjang hingga kenyang.

Tak hanya itu, ada sejarah kue keranjang lainnya.

Dalam legenda lainnya disebutkan ada sepasang suami istri yang hidup dengan menjual makanan ringan. Pasangan suami dan istri ini memiliki nasib yang berbeda. Sang suami selalu rugi saat menjual dagangannya, sementara sang istri selalu mendapatkan untung.

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved