Pemilu 2019

Sampaikan Tausiah di Tangerang Selatan, TGB Sebut Jelang Pemilu 2019 Komitmen Kebangsaan Dilemahkan

Ia menyebut Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang saling tolong menolong dan mengutamakan konsensus.

Sampaikan Tausiah di Tangerang Selatan, TGB Sebut Jelang Pemilu 2019 Komitmen Kebangsaan Dilemahkan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi, atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB), datang ke Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menyampaikan tausiah kebangsaan di acara bertajuk Hijrah Untuk Indonesia Maju di Hotel The Radiant Center, Ciputat Timur, Tangsel, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT TIMUR - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi, atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB), datang ke Tangerang Selatan (Tangsel) untuk menyampaikan tausiah kebangsaan di acara bertajuk Hijrah Untuk Indonesia Maju di Hotel The Radiant Center, Ciputat Timur, Tangsel, Rabu (6/2/2019).

TGB didampingi Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, dan mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Muhamad Luthfi.

Dalam tausiahnya kepada ratusan hadirin yang kebanyakan pemuda itu, ia menegaskan pentingnya persatuan.

Ia menyebut Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang saling tolong menolong dan mengutamakan konsensus.

Namun, baginya, pada momen Pemilu 2019 ini ada pihak yang melemahkan persaudaraan dan komitmen kebangsaan masyarakat Indonesia.

"Ketika saat ini kita menyongsong satu agenda demokrasi. Saya merasa bahwa sekian waktu menjelang kontestasi demokrasi ini kok rasanya persaudaraan kita, kok rasanya komitmen kebangsaan kita itu perlahan-lahan dilemahkan," ujar TGB dalam tausiahnya.

Tebet Timur Termasuk Tertinggi Aduan Warga, Paling Banyak Kebersihan Lingkungan dan Spanduk Caleg

TGB tidak menyebutkan secara langsung pihak yang melemahkan, namun ia mengatakan, pelemahan itu dilakukan dengan menyebarkan hoaks dan pesimisme.

"Ruang-ruang publik kita yang semula, ujaran-ujaran yang saling memotivasi datu sama lain, lambat laun berganti dengan ruang publik yang berisi dengan berita-berita bohong, dengan hal-hal yang meniupkan pesimisme kepada kita," ujarnya.

TGB mengajak hadirin di acara itu untuk bersikap terhadal hoaks bukan hanya diam membiarkan.

"Karena kalau berita bohong itu dibiarkan, dia akan dipercaya sebagai sebuah kebenaran," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved