Iming-Iming Uang dan Ponsel Baru, Remaja Putri Ini Jadi Korban Rudapaksa Orangtuanya

Nasib malang dialami KN (15), yang menjadi korban rudapaksa ayah tiri dan ibu kandung sebanyak dua kali.

Iming-Iming Uang dan Ponsel Baru, Remaja Putri Ini Jadi Korban Rudapaksa Orangtuanya
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur dengan korban KN (15) oleh ibu kandung dan ayah tirinya sendiri di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Nasib malang dialami KN (15), yang menjadi korban rudapaksa ayah tiri dan ibu kandung sebanyak dua kali.

Pelecehan tersebut, terjadi di kediaman korban di kawasan Rawa Jati Timur, Pancoran, Jakarta Selatan.

Pelaku RT (43) yang merupakan ayah tiri meminta MR (39) istrinya yang merupakan ibu kandung korban untuk menggauli KN.

Entah setan apa yang merasuki MR, ia pun mengiyakan kemauan tersebut dan meminta putrinya untuk melayani nafsu bejat ayah tirinya.

Ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur dengan korban KN (15) oleh ibu kandung dan ayah tirinya sendiri di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).
Ungkap kasus pencabulan anak dibawah umur dengan korban KN (15) oleh ibu kandung dan ayah tirinya sendiri di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib menjelaskan, korban diiming-imingi uang tunai sebesar Rp 200 ribu dan handphone baru yang diberikan seusai di rudapaksa.

"Diimingi uang Rp 200 ribu dan handphone baru, serta diancam agar tidak melaporkan hal tersebut ke siapapun," jelas Andi ketika memimpin ungkap kasus tersebut di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Kamis (7/2/2019).

Tak hanya merudapaksa korban, kedua pelaku juga memaksa korban untuk 'main' bersama di dalam kamar mandi.

Perampok Sadis Buronan Polisi Tertangkap Usai Rudapaksa Keponakan Berusia 9 Tahun

Hamil 4 Bulan, Siswi SMP Jadi Korban Rudapaksa Pacar yang Berusia 35 Tahun

Buntutnya, korban pun melaporkan musibah yang dialaminya ke ayah kandungnya, dan langsung dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan.

Pelaku pun diamankan pada (14/2/2019) silan dari kediamannya, dan kini telah mendekap dibalik jeruji besi ruang tahanan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pelaku terancam dijerat Pasal 76 D Jo 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun," jelas Andi.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved