Kondisi Fisik Jadi Alasan Wanita 50 Tahun Ini Tak Lagi Berkeliling Sambil Gendong Bakul Jamu

Ani mengatakan bahwa penikmat jamu tradisional saat ini masih cukup banyak. 

Kondisi Fisik Jadi Alasan Wanita 50 Tahun Ini Tak Lagi Berkeliling Sambil Gendong Bakul Jamu
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Ani (50) pedagang jamu yang keliling menggunakan gerobak saat tengah ‎meracik jamu di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (7/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pedagang jamu keliling memang biasanya dilakoni oleh para wanita‎.

Mereka memanggul gendongan berisi botol jamu sambil tangannya menenteng ember berisi gelas dan air.

Namun, hal itu sudah tak dilakoni lagi oleh pedagang jamu keliling bernama Ani (50) yang setiap harinya berkeliling di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Saat ini, wanita asal Solo, Jawa Tengah itu berkeliling menjajakan jamu menggunakan gerobak yang dibuat oleh suaminya.

Alasan utamanya karena kondisi fisiknya yang sudah lemah sehingga tak memungkinkannya untuk menggendong bakul jamu.

‎"Dulu pas masih muda memang dipanggul, tapi sekarang sudah tua, jadi sudah enggak kuat lagi kalau manggul bakul jamu," kata Ani kepada TribunJakarta.com, Kamis (7/2/2019).

Ani mengatakan telah berkeliling menggunakan gerobak sejak sekira 5 tahun silam. 

Sebelumnya, sejak menjadi tukang jamu di Jakarta pada sekitar tahun 1990-an, ia memang berkeliling sambil menggendong bakul jamu seperti tukang jamu keliling pada umumnya.

Menurutnya, ‎berjualan jamu dengan menggendong bakul jamu memang lebih nyaman ketimbang menggunakan gerobak.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved