Tiga Hari di Indonesia, Vladimir Smicer Ternyata Suka Makanan Sop Iga dan Nasi
Dalam kegiatan sharing & learning di Grand Futsal Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2/2019), pemain kelahiran Ceko itu mengaku senang berada di Indonesia.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Legenda sepakbola Liverpool FC, Vladimir Smicer kembali menyambangi Indonesia tepatnya di Jakarta.
Vladimir dikabarkan tiba hari Rabu (6/2/2019).
Kehadiran Vladimir di Jakarta dalam rangka mengkampayekan olahraga sebagai gaya hidup sehat.
Kampanye kesehatan ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “sharing & learning” dan coaching clinic kepada pesepakbola muda; Tim Stree Soccer Garuda Baru, SMPIT Taruna Islamic School & Football Academy, serta fans club Liverpool Indonesia, Big Reds.
Dalam kegiatan sharing & learning di Grand Futsal Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2/2019), pemain kelahiran Ceko itu mengaku senang berada di Indonesia.
Dirinya pun sudah merasakan beberapa makanan Indonesia, salah satunya sop iga.
• Legenda Liverpool Vladimir Smicer Diharapkan Bisa Berdampak Positif Bagi Pesepakbola Indonesia
“Ini adalah kali kedua saya ke Indonesia setelah sempat datang tiga tahun lalu pada 2016," kata Vladimir Smicer.
"Ada banyak makanan khas Indonesia yang sudah saya coba. Salah satunya sop iga dan saya juga suka makan nasi,” sambungnya.
Mendengar jawaban Vladimir, presenter cantik, Concita Caroline yang memandu acara tersebut pun terlihat tak percaya dan coba bertanya dengan tim AXA Mandiri yang memberikan pelayanan kepada Vladimir.
“Apa benar pak di suka sop Iga?,” tanya Concita
“Iya benar, dia juga sudah makan beberapa makanan khas Indonesia,” jawab salah seorang tim AXA Mandiri.
Sontak hal itu pun membuat Concita heran. Lantaran menurutnya tak banyak bule yang suka dengan nasi.
“Haduh jarang sekali ya bule suka nasi,” ujarnya yang disambut gelak tawa para peserta sharing & learning.
Setelah memberikan pengalamannya di sesi sharing & learning, Vladimir giliran memberikan pelatihan secara langsung kepada pemain muda Indonesia.
Di sana ia terlihat memberikan sejumlah teknik-teknik dasar, dan diakhiri dengan main bersama.