Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bus ALS di Terminal Pulo Gebang Meningkat 70 Persen

Meroketnya harga tiket penerbangan domestik dan pemberlakukan bagasi berbayar berdampak pada jumlah penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS)

Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bus ALS di Terminal Pulo Gebang Meningkat 70 Persen
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Deretan bus yang terparkir di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Meroketnya harga tiket penerbangan domestik dan pemberlakukan bagasi berbayar berdampak pada jumlah penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Peningkatan pun cukup signifikan, yaitu mencapai 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama.

"Lonjakan penumpang cukup besar yaa dibanding tahun lalu, selama Januari kemarin meningkat sekira 70 persen," ucap Julisdian Buyung, perwakilan PO Bus Simpati Star, Sabtu (9/2/2019).

Dikatakan Buyung, setiap harinya PO Bus Simpati Star memberangkatkan dua unit bus yang melayani rute Jakarta-Padang, Jakarta-Medan, dan Jakarta-Banda Aceh.

Deretan bus yang terparkir di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/2/2019).
Deretan bus yang terparkir di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/2/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

"Sejak harga tiket pesawat tinggi saya lihat bus yang kami berangkatkan enggak pernah kosong ya," ujarnya saat ditemui wartawan di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur.

"Bahkan, kadang kalau pesan tiket saat hari keberangkatan sudah habis semua, jadi harus beli dua hari sebelumnya lah," tambahnya.

Meski mengalami lonjakan penumpang cukup signifikan, namun tarif bus tidak mengalami kenaikan harga.

Untuk rute Jakarta-Padang, tiket yang dijual seharga Rp 350 ribu, rute Jakarta-Medan seharga Rp 550 ribu, dan rute Jakarta-Banda Aceh sebesar Rp 720 ribu.

"Harga tiket enggak naik, tetap sama seperti sebelumnya," kata Buyung.

Perbedaan harga yang cukup signifikan dengan tiket pesawat inilah yang membuat masyarakat memilih moda transportasi darat, meski mereka harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan.

"Jakarta-Padang itu sekira 2 hari 2 malam, kalau ke Medan itu 3 hari 2 malam. Lebih lama sih dibanding naik pesawat tapi karena masalah harga yang berbeda jauh, masyarakat pada akhirnya lebih memilih naik bus," ucapnya.

Harga Tiket Pesawat Meroket, Jumlah Penumpang Kereta Api di Daop 1 Jakarta Alami Kenaikan

Harga Tiket Pesawat Melonjak Naik, Begini Respon Penumpang Kereta di Stasiun Gambir

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Terminal Terpadu Pulo Gebang Noviesa Pinem mengatakan, imbas kenaikan harga tiket pesawat tidak terlalu berpengaruh terhadap jumlah penumpang bus dengan tujuan ke berbagai kota di Pulau Jawa.

"Untuk tujuan di sekitar Pulau Jawa enggak begitu pengaruh ya, paling terasa peningkatakan itu ya tujuan Pulau Sumatera," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved