Sudah Teken Kesepakatan, 37 Rumah Sakit Siap Layani Pasien Kartu Sehat NIK Bekasi

Awalnya tahun 2018, ada 37 rumah sakit di Kota Bekasi yang bekerja sama, dan tahun ini menjadi 33 rumah sakit.

Sudah Teken Kesepakatan, 37 Rumah Sakit Siap Layani Pasien Kartu Sehat NIK Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
warga saat menunjukkan Kartu Sehat 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Pemerintah Kota Bekasi melakukan evaluasi kerja sama terhadap rumah sakit yang menerima pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah atau Jamkesda dengan menggunakan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan atau KS-NIK.

Awalnya tahun 2018, ada 37 rumah sakit di Kota Bekasi yang bekerja sama, dan tahun ini menjadi 33 rumah sakit.

Dua Sopir Truk Diringkus BNN Bawa Sabu 11 Kg di Pelabuhan Banten

Sementara rumah sakit yang di luar Kota Bekasi, awalnya 19 rumah sakit menjadi empat rumah sakit.

"Tahun ini ada 34 RS swasta, kami melakukan MoU. Itu hasil evaluasi kami selama 2018 lalu," kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, saat dikonfirmasi, Minggu (10/2/2019).

Tri mengatakan, alokasi anggaran KS-NIK tahun 2019 sebesar sekitar Rp 300 miliar. 
Sementara untuk tunggakan KS-NIK tahun lalu akan dibayarkan secara berkala.

Tri mengatakan, tunggakan terjadi karena banyak warga yang menggunakan KS-NIK di rumah sakita swasta padahal hanya penyakit ringan atau masih bisa ditangani di puskemas.

"Jadi makanya kami evaluasi dengan diharuskannya ada surat rujukan dari pusekmas sebelum ke RS swasta. Pasti akan ada evaluasi-evaluasi agar KS-NIK lebih baik lagi," ujarnya.

Warga di Koja Tangkap 2 Ular Sanca 3 Meter, karena Senang Saksikan Tayangan di Televisi

"Puskemas kami sudah memiliki layanan kesehatan memadai kok. Kalau ringan- ringan masih bisa. Kami juga ada RS tipe D di sejumlah kecamatan," katanya.

Antisipasi lainnya, agar tidak ada tunggakan kembali, kata Tri, pihaknya juga telah mewajibkan pengguna BPJS Kesehatan aktif menggunakannya saat berobat.

"Per 1 Febuari 2019 ini kan kami evaluasi. Yang punya BPJS Kesehatan aktif tidak bisa menggunakan KS-NIK. Mereka sudah bayar iuran, biar BPJS yang nanggung biaya mereka," katanya.

Berdiri Tahun 1988, Dua Kali Terbakar, Begini Kondisi Pasar Kue Subuh Senen Sekarang

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved