22 Sarana Olahraga di Jakpus Bakal Diperbaiki Sudin Pora Tahun Ini

Ia menjelaskan perbaikan tersebut berdasarkan usulan dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tahun 2018.

22 Sarana Olahraga di Jakpus Bakal Diperbaiki Sudin Pora Tahun Ini
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Kasudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat, Tedi Cahyono saat ditemui di Gedung Auditorium Kebon Jahe, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jakarta Pusat'>Kasudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Pusat, Tedi Cahyono mengatakan pada 2019, ada 22 titik lokasi sarana olahraga yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat yang akan diperbaiki.

Ia menjelaskan perbaikan tersebut berdasarkan usulan dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tahun 2018.

"Baik usulan langsung atau hasil reses para anggota dewan, itu disampaikan kepada kami, kita tinjau serta survei, lihat status tanah dan sebagainya lalu kita anggarkan," katanya saat ditemui di Gedung Auditorium Kebon Jahe, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Adapun sarana yang akan diperbaiki, di antaranya lapangan bulu tangkis, futsal, voley serta basket.

Ia menyampaikan perbaikan itu sesuai kondisi di lapangan, serta usulan warga baik yang meminta dipasangi backdrop di pagar pembatas dan semacamnya.

Namun, Tedi menegaskan dua syarat yang menurutnya penting yang harus dipastikan dalam memulai perbaikan tersebut.

"Yang pertama kita lihat status tanah, tanah itu tidak sengketa dan lima tahun dipastikan tidak dialih fungsikan, setelahnya baru kita bangun, dua syarat itu yang penting menurut saya," ungkapnya.

Ia melanjutkan, satu hal lagi yang menjadi perhatiannya, yaitu tidak boleh begitu dibagun, sarana olahraga itu dijadikan lahan parkir

"Jakarta itu kan sangat terbatas, jadi harapannya begitu dibangun lapangan bulu tangkis atau futsal nanti digunakan sesuai fungsinya bukan untuk parkir," tegas dia.

Maka dari itu, ia menyampaikan para penggerak olahraga ditugaskan pula untuk mengawasi sarana olahraga yang berada di wilayahnya.

"Lalu melaporkan ke kita bila ada hal yang tidak diinginkan tersebut, karena kita kan tidak punya SDM," terang Tedi.

Ia menjelaskan untuk perbaikan sarana olahraga, baik yang melalui proses lelang ataupun tidak sudah dalam proses semuanya.

"Karena kita tidak memiliki staf ahli, maka tentunya kita harus bekerja sama dengan konsultan teknis Insinyur bangunan atau sipil untuk merencanakan, nanti kita juga merekrut mereka untuk pengawasan, jadi dua kelompok," jelas Tedi.

"Jadi insyaallah apa yang kita anggarkan sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya, nanti bisa dilaksanakan melalui pengawasan mereka yang ahlinya," lanjut dia.

Penulis: Leo Permana
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved