Buat Akun Khusus di Instagram, Dua Kelompok Remaja di Bekasi Saling Tantang Tawuran

Pelaku mengaku kepada polisi membuat akun khusus di media sosial Instagram untuk tawuran.

Buat Akun Khusus di Instagram, Dua Kelompok Remaja di Bekasi Saling Tantang Tawuran
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Enam pelaku tawuran dari kelompok Om Kali All Star saat diamankan ke Mapolres Metro Bekasi Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi tawuran di Bekasi yang dilakukan dua kelompok remaja dipicu akibat saling tantang di media sosial. Keduanya membuat akun Instagram khusus yang diperuntukkan untuk mencari lawan tanding.

Seperti yang dilakukan dua kelompok remaja yakni, Kampung Bayur dan Om Kali All Star. Keduanya terlibat tawuran pada, Minggu, 10 Februari 2019, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Akibat kejadian itu, satu orang remaja bernama M Ali Sadikin (17), tewas terkena luka senjata tajam.

Polres Metro Bekasi Kota selanjutnya menangkap enam orang remaja dari kelompok Om Kali All Star yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap M Ali Sadikin. Keenam pelaku yakni, SR alias Parid, IN alias Ilham, DF alias Mange, MI alias Baba, JP dan RNF.

Satu di antara pelaku saat di Mapolres Metro Bekasi mengatakan, mereka memang membuat akun khusus di media sosial Instagram. Akun tersebut dikelola secara bersama-sama dan dibuat hanya untuk ajang seru-seruan.

"Buat seru-seruan aja, gak buat apa-apa, baru bikin juga belum lama, adminnya ada banyak hampir semua tau paswordnya," kata seorang pelaku, Senin, (11/2/2019).

Adapun akun mereka diberinama @omkaliallstar_2k18, melalui akun tersebut, kelompok remaja ini ditantang kelompok remaja lainnya yang menamakan dirinya Kampung Buaran, akun kelompok remaja tersebut yakni, @kampungbayur_allstar.

Kronologis saling tantang tawuran terjadi lantaran, kelompok Kampuny Bayur disebut berulang kali mengirim pesan melalui Direct Mesaage (DM). Menurut pengakuan pelaku, mereka awalnya tak menggubris ajakan tawuran itu, namun karena terpancing, mereka akhirnya sepakat bertemu dan melakukan tawuran.

"Merek DM terus, awalnya kita gak ladenin, cuma mereka terus-terusan DM, yaudah jadi ketemuan," jelas pelaku.

Mereka diketahui sudah dua kali melakukan aksi tawuran dengan lawan yang sama. Pada aksi tawuran yang pertama itu, satu rekannya terkena luka bacok.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved