Kakek Tiri Tega Gagahi Cucu Berusia 10 Tahun yang Sedang Sakit di Rumahnya

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, Alexander Yurikho memaparkan Lukman melancarkan aksi bejatnya pada hari Kamis (7/2/2019)

Kakek Tiri Tega Gagahi Cucu Berusia 10 Tahun yang Sedang Sakit di Rumahnya
Istimewa/dokumentasi Polres Kota Tangerang Selatan.
Lukman (53) yang tega mengagahi cucu tirinya yang masih berusia 10 tahun di Tangerang Selatan, Minggu (10/2/2019). 

Penangkapan kedua pelaku, berdasarkan laporan dari korban berinisial SA (20), warga Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/14/I/2018 / Polda Lpg / Res Tuba, tanggal 26 Januari 2018.

Kapolsek membeberkan, aksi pemerkosaan dan pencabulan terhadap korban SA tidak hanya dilakukan oleh HE dan AN.

"Pelakunya ada tiga, yang dua sudah tertangkap yakni HE dan AN. Sementara satu pelaku berinisial SA sekarang masuk DPO (daftar pencarian orang)," papar Zulfikar

Aksi pemerkosaan dan pencabulan yang dilakukan HE, AN, dan SA terhadap korban SA itu terjadi pada Kamis 25 Januari lalu sekitar pukul 18.00 WIB, di sebuah gubuk yang berada di areal perkebunan karet, terletak di pemekaran Tiyuh Panaragan.

Kejadian bermula ketika korban yang baru pulang bekerja di kantor Pemkab Tulangbawang Barat seperti biasa di jemput pelaku SA yang merupakan ojek abonemen korban.

Setelah dijemput lalu korban yang tanpa curiga diajak oleh pelaku SA menuju ke rumah keluarganya yang berada di Gunung Mekar SP5.

Setelah sampai di sana datanglah pelaku HE dan langsung mengambil HP korban.

"Waktu diminta HP-nya, korban tidak mau dan memberontak serta meminta segera diantarkan pulang," terang Zulfikar.

Bukannya diantar pulang oleh SA dan HE, korban malah dibawa ke rumah HE.

Ilustrasi korban perkosaan
Ilustrasi korban perkosaan (istimewa/ TribunJatim)

Kepada pelaku, korban kembali meminta diantarkan pulang. Tetapi para pelaku tetap tidak mau, lalu pelaku AN yang sudah ada di rumah HE langsung mengajak korban pulang dengan diiringi oleh SA dan HE.

Bukannya diantarkan pulang ke rumah korban tetapi pelaku AN malah membawa korban ke sebuah gubuk yang berada di areal perkebunan karet.

"Disana korban disekap dan dilakukan pemerkosaan serta pencabulan oleh para korban, usai kejadian tersebut, korban lalu dibawa ke rumah pelaku HE,” papar Kompol Zulfikar.

Polda Jawa Timur Panggil Adik Julia Perez, Ruben Onsu: Merasa Kecolongan

Calon Mertua Mengelak, Tetangga Ungkap Ahok Kunjungi Rumah Orangtua Puput

Karena minimnya saksi serta petunjuk dalam perkara ini, membuat penyidik sedikit kesulitan dalam mengungkap kasus ini.

Polisi beberapa kali melakukan gelar perkara untuk mengungkap peran dari masing-masing pelaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yang menjadi petunjuk mengarah kepada para pelaku, polisi dengan cepat mencari keberadaan para pelaku dan berhasil menangkap pelaku HE dan AN, sedangkan pelaku SA sudah kabur.

“SA yang sekarang DPO dialah orang yang membuka pakaian milik korban serta yang melakukan aksi pemerkosaan dan pencabulan terhadap korban," beber Zulfikar.

Sementara pelaku HE berperan memegang kedua kaki korban. Sedangkan pelaku AN berperan membekap mulut korban dan menggendong korban dari atas sepeda motor sampai ke dalam gubuk.

Dari perkara ini, selain menyita pakaian yang dikenakan oleh korban saat terjadinya tindak pidana, petugas juga menyita sepeda motor Honda Blade warna merah dan sepeda motor Honda Beat warna biru putih yang merupakan milik pelaku HE.

“HE dan AN sudah ditahan di Mapolsek Tulangbawang Tengah dan akan dijerat dengan Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP Jo Pasal 55, 56 ayat 1 ke 1 KUHP. Diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun," tandas Kapolsek.

Imingi Permen

Peristiwa perkosaan juga terjadi di desa Mane, Pidie, Aceh,

HH alias Lidan (57) digelandang ke Mapolres Pidie.

Ia diduga merenggut keperawanan Bunga (bukan nama sebenar) (14) warga di salah satu desa di Kecamatan Mane.

HH ditangkap polisi di Kecamatan Geumpang, Selasa (29/1/2019) sekitar pukul 16.00 WIB saat pulang kerja sebagai petani.

Data polisi, HH tercatat warga Desa Pulo Ie, Kecamatan Tangse, yang juga tinggal di Kecamatan Mane karena HH bekerja sebagai petani di Geumpang.

Sehingga anak di bawah umur yang disetubuhi HH adalah tetangganya sendiri.

Perbuatan HH terbongkar setelah Bunga melaporkan pada orang tuanya.

Kini, HH dibidik dengan Pasal 81Juncto 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlidungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Saat ini, HH telah ditahan di sel Mapolres Pidie," kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com, Kamis (31/1/2019).

Jokowi Tuding Timses Prabowo-Sandi Gunakan Propaganda Rusia, Fadli Zon hingga Kedubes Rusia Merespon

Perayaan Imlek di Vihara Kwan In Thang, dari Mengaduk Yu Sheng Hingga Turunnya Dewa Rezeki

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan Bunga, korban dipaksa meladeni HH di rumah Bunga.

Perbuatan tersebut dilakukan di ruang tamu saat orang tua Bunga tidak berada di rumah.

"Korban awalnya diiming-iming diberikan pewarna kuku, kemudian berujung kepada pemaksaan," pungkasnya.

Hamil 4 Bulan

Sebut saja Delima, bocah berusia 15 tahun menjadi korban rudapaksa pria berinisial YY (35) yang tidak lain adalah pacarnya sendiri.

Kejadian Itu baru diketahui setelah Delima dinyatakan positif hamil empat bulan ketika menjalani pemeriksaan di klinik.

Baca: Pengakuan Siswi SD di Kupang Korban Perkosaan Alias Rudapaksa Sopir Bemo, Dipaksa Menginap di Kost

RSKO Bantah Kabar Berikan Business Pass untuk Richard Muljadi

Delima dirudapaksa sebanyak lima kali oleh YY yang saat ini kabur setelah melakukan perbuatan keji terhadap anak di bawah umur.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Rojak mengatakan berasarkan keterangan keluarga korban, kejadian rudapaksa yang dilakukan YY sudah terjadi sejak awal 2018 lalu.

"Korban dengan pelaku sudah pacara selama setahun, mulanya korban tidak mau diajak bersetubuh, hingga kemudian pelaku membujuk dengan berjanji akan bertanggung jawab," kata Rojak, Kamis (31/1/2019).

Rojak menambahkan pemerkosaan terkhir dilakukan pada Sepetember 2018 lalu.

Adapun aksi bejat pelaku dilakukan dengan mengajak korban ke kontrakan tempat tinggalnya atau di losmen.

"Keluarga sama tidak tahu, keluarga mulai curiga ketika lihat kondisi korban dan dibawa ke klinik. Ketika diperiksa kondisi korban sudah positif hamil empat bulan," ungkap Rojak.

Setelah mengetahui putrinya hamil akibat diperkosa YY, pihak keluarga mencoba mendatangi kontrakan tempat tinggal pelaku.

Namun ketika disambangi, pelaku sudah tidak ada di kontrakannya.

"Niat keluarga ke rumah kontrakan pelaku untuk meminta pertanggungjawaban, tapi ketika di datangi pekaku sudah kabur dan saat ini belum tahu keberadaanya," jelas dia.

Akibat kejadian itu KPAD Kabupaten Bekasi akhirnya melakukan pendampingan kepada keluarga korban untuk melaporkan perbuatan bejat pelaku ke Polres Metro Bekasi pada Jumat, 25 Januari 2019 lalu.

"Kami berinisiatif untuk membantu demi kepentingan terbaik anak. Identitas lengkap pelaku sudah kami dapati dan sepenuhnya kasus akan ditangani oleh aparat," kata Rojak.

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul : Hamil 4 Bulan, Siswi SMP Jadi Korban Rudapaksa Pacar yang Berusia 35 Tahun, dan tribunlampung.co.id dengan judul Dijemput Pulang dengan Ojek, Gadis 20 Tahun Malah Dibawa ke Gubuk Diperkosa Tiga Pria

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved