Para Saksi Sebut Direktur PT MPL Tjen Jung Sen Caplok Lahan Pemkab Tangerang Secara Ilegal

Saksi yang dihadirkan merupakan pegawai dari Pemkab Tangerang dari bagian hukum Setda, Dinas Tata Ruang dan Bangunan serta Dinas Bina Marga.

Para Saksi Sebut Direktur PT MPL Tjen Jung Sen Caplok Lahan Pemkab Tangerang Secara Ilegal
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana sidang pencaplokan lahan di Kabupaten Tangerang di ruang sidang 2 Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sidang kasus dugaan pencaplokan aset Tangerang'>Pemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab Tangerang) memasuki tahap keterangan saksi-saksi pada Senin (11/2/2019) di Tangerang'>Pengadilan Negeri Tangerang.

Sidang yang digelar di ruang sidang 2 Tangerang'>Pengadilan Negeri Tangerang menghadirkan empat saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa Direktur PT MPL (Mitra Propindo Lestari) Tjen Jung Sen (66).

Saksi yang dihadirkan merupakan pegawai dari Pemkab Tangerang dari bagian hukum Setda, Dinas Tata Ruang dan Bangunan serta Dinas Bina Marga.

Dalam persidangan tersebut, Abdullah Rizal, Hendri Hermawan, Masur Rofik serta Irwan Irmansyah pun dihujani pertanyaan oleh hakim, jaksa penuntut umum, dan pengacara.

Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan adalah seputar izin pembangunan jalan atau menuju Kawasan industri dan Parsial 19 di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Para saksi pun secara bergantian menjawab bahwa PT. MPL tidak memiliki izin untuk membangun jalan Pemda Tangerang itu.

"Bangunan yang didirikan ini tanah negara. Setelah hasil dari peninjauan lapangan oleh tim dari Pemkab Tangerang bahwa dokumen perizinan pembangunannya tidak ada," jelas Rizal selaku pegawai bagian hukum Setda Pemkab Tangerang.

Rizal, pelapor kasus ini memperkarakan bahwa terdakwa melanggar Pasal 69 Undang-Undang No 26/2007 tentang Penataan Ruang.

Sebab terdakwa diduga hendak memanfaatkan ruang yang merubah fungsi ruang dengan membangun akses jalan sepanjang 200 meter.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved